tirto.id - Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) meluncurkan operasi penjelajahan Bulan Artemis II pada Kamis (2/4) waktu Indonesia. Misi ini berlangsung selama 10 hari, namun kapan para astronot akan sampai di Bulan? Masyarakat bisa mengeceknya melalui Artemis II Tracker di laman web NASA berikut.
Sebelumnya, sebanyak empat astronot telah bertolak dari Kennedy Space Center, Florida, Bumi dengan pesawat Orion pada Kamis. Pesawat tersebut berangkat menuju ruang hampa udara melalui dorongan roket SLS NASA.
Operasi penjelajahan Bulan kali ini menandai kembali dilakukannya misi pengiriman manusia ke orbit Bulan oleh NASA. Terakhir kali badan antariksa itu melakukan misi serupa adalah melalui misi Apollo pada 1972, lebih dari 50 tahun yang lalu.
Misi Artemis II juga akan menandai pecahnya rekor penjelajahan ruang angkasa oleh perempuan. Christina Koch, salah satu astronot dalam misi ini, akan jadi perempuan yang pernah melakukan perjalanan terjauh dari Bumi.
Rekor itu sebelumnya dipegang oleh kosmonot Valentina Tereshkova yang melakukan perjalanan ke luar angkasa pada 16 Juni 1963. Setelah 63 tahun, Christina Koch akan melampaui jarak yang pernah dilakukan kosmonot Uni Soviet tersebut.
Perjalanan Christina Koch dan tiga astronot lainnya dapat diikuti masyarakat luas. NASA menyediakan fitur Artemis II Tracker yang bisa digunakan masyarakat luas untuk melakukannya.
Untuk mengaksesnya, masyarakat luas hanya perlu mengunjungi laman resmi NASA di alamat nasa.gov. Dalam laman tersebut, NASA menyediakan halaman khusus Artemis II Tracker.
Fitur itu akan menampilkan situasi terkini dari misi penjelajahan para astronot. Informasi-informasi terkaitnya akan ditampilkan secara visual untuk mempermudah masyarakat luas membacanya.
Beberapa informasi yang bisa diakses masyarakat melalui Artemis II Tracker itu meliputi sisa waktu astronot di ruang angkasa, kecepatan pesawat, jarak tempuh yang telah terlewati, hingga jarak pesawat dengan Bulan.
Tak hanya itu, masyarakat luas juga dapat melihat visualisasi letak pesawat Orion di antariksa. Visualisasi tiga dimensi tersebut akan memperlihatkan di mana letak pesawat di antara Bulan, Bumi, dan Matahari.
Untuk mengakses Artemis II Tracker, link berikut ini dapat dibuka selama perangkat yang digunakan terkoneksi dengan jaringan internet:
Link akses Artemis II Tracker.
Kapan Artemis Sampai di Bulan?
Meskipun bertajuk misi penjelajahan Bulan, namun astronot dalam misi Artemis II tak akan benar-benar menginjakkan kaki di satelit alami Bumi itu. Misi ini merupakan misi pengamatan lintas Bulan.
Seturut AP News, Artemis II sebenarnya merupakan misi dengan target utama untuk menguji apakah sistem pendukung kehidupan di pesawat ruang angkasa telah optimal. Hal ini terkait dengan ambisi NASA untuk mengirim manusia ke Mars.
Selain itu, target lain dari Artemis II adalah melakukan pengamatan pada sisi jauh Bulan, yakni sisi Bulan yang membelakangi Bumi.
Pengamatan dan penjelajahan Bulan selama ini dilakukan NASA pada sisi terdekat Bulan. Misi-misi NASA, termasuk Apollo, selalu berfokus pada sisi terdekat Bulan dan belum menjamah sisi terjauh satelit alami Bumi itu.
Kini, melalui Artemis II, para astronot akan melakukan perjalanan melintasi Bulan hingga ke sisi terjauhnya dari Bumi. Christina Koch dan tiga astronot lain kemudian akan mengamati sisi tersebut dari pesawat sebelum melakukan perjalanan kembali ke Bumi.
Menukil KUOW, para astronot tersebut akan "sampai" di Bulan pada Senin (6/4) waktu AS atau Selasa (7/4) waktu Indonesia. Pesawat Orion diperkirakan akan memasuki jarak terdekat ke Bulan pada Selasa pukul 00.46 WIB.
Pada Selasa dini hari itu, para astronot dijadwalkan akan mulai melakukan pengamatan objek Bulan secara intensif. Pengamatan ini akan berlangsung selama beberapa jam.
Pesawat Artemis II ini diperkirakan akan mencapai titik terjauh dari Bumi pada Selasa pagi pukul 07.02 WIB. Saat itu, para astronot dalam misi ini akan jadi penjelajah terjauh dari Bumi dengan jarak 252.760 mil.
Kemudian pada Selasa pukul 08.20 WIB, pesawat Orion pembawa Christina Koch dkk. diperkirakan bakal mulai perjalanan kembali ke Bumi. Jika berjalan lancar, para astronot itu akan mendarat di sekitar Samudera Pasifik pada Sabtu pagi pukul 07.07 WIB.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































