Menuju konten utama

Toilet Kapsul Orion di Misi Artemis II Rusak, Apa Penyebabnya?

Toilet di kapsul Orion yang menjalankan misi Artemis II mengalami kerusakan. Para astronot mesti menggunakan kantong cadangan untuk menampung urine.

Toilet Kapsul Orion di Misi Artemis II Rusak, Apa Penyebabnya?
Hari ketiga misi Artemis II, para astronot mulai mempersiapkan kabin Orion untuk penerbangan lintas bulan. (FOTO/Dok. NASA)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Toilet kapsul Orion di misi Artemis II mengalami masalah di tengah perjalanan menuju ke Bulan. Hingga toilet kapsul Orion diperbaiki, Mission Control telah menginstruksikan para astronot agar menggunakan lebih banyak kantong cadangan untuk penampung urine.

Toilet yang dijuluki lunar loo tersebut mengalami gangguan sejak peluncuran Artemis II pada Rabu (1/4/2026).

Sejak saat itu, lunar loo tidak berfungsi secara konsisten. Toilet versi Artemis II tersebut sebenarnya pernah diuji di Stasiun Luar Angkasa Internasional beberapa tahun lalu.

Para insinyur menduga ada es yang menyumbat saluran sehingga urine tidak bisa sepenuhnya dibuang ke luar. Meski demikian, toilet masih bisa digunakan untuk keperluan buang air besar.

Wakil Manajer Program Orion NASA Debbie Korth mengatakan, para astronot juga melaporkan adanya bau yang berasal dari kamar mandi yang terletak di lantai kapsul dengan pintu dan tirai untuk privasi.

“Toilet dan kamar mandi di luar angkasa adalah sesuatu yang bisa dipahami semua orang… itu selalu menjadi tantangan,” kata Korth, dikutip AP, Minggu (5/4/2026).

Ketua Tim Manajemen Misi John Honeycutt mengatakan, wajar bahwa orang tertarik dengan toilet luar angkasa. Meskipun saat ini toilet tersebut dalam kondisi cukup baik, ia ingin sistem tersebut berfungsi 100 persen.

“Mereka [astronot] baik-baik saja,” ujar Honeycutt. “Mereka telah dilatih untuk menghadapi situasi ini," imbuhnya.

Misi Artemis Dapat Mencetak Perjalanan Manusia Terjauh

Artemis II diperkirakan akan mencetak rekor jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia, yakni lebih dari 252.000 mil atau 400.000 kilometer dari Bumi sebelum berbalik arah di belakang Bulan. Artemis II akan kembali ke Bumi tanpa berhenti atau memasuki orbit Bulan. Rekor saat ini dipegang oleh Apollo 13.

Badan Antariksa Kanada turut merayakan peran negaranya dalam misi ini. Ada astronot Jeremy Hansen dari Kanada yang kini menuju pertemuannya dengan Bulan. Hansen menjadi warga non-Amerika pertama yang terbang ke satelit bumi itu.

“Hari ini ia mencetak sejarah bagi Kanada,” kata Presiden Badan Antariksa Kanada Lisa Campbell.

“Saat kita menyaksikan dia mengambil langkah berani ke wilayah yang belum diketahui, semoga perjalanannya mengingatkan kita bahwa masa depan Kanada ditentukan oleh mereka yang berani meraih lebih," imbuhnya.

Dalam siaran langsung, Hansen mengaku telah menyaksikan pemandangan luar biasa dari kapsul Orion milik NASA.

Hansen, Glover, Reid Wiseman, dan Christina Koch merupakan astronot bulan pertama sejak kru Apollo 17 pada 1972. Koch dan Glover masing-masing menjadi perempuan pertama dan astronot kulit hitam pertama yang menuju Bulan.

Misi mereka yang berlangsung hampir 10 hari, berakhir dengan pendaratan di Samudra Pasifik pada 10 April 2026, merupakan langkah pertama dalam rencana ambisius NASA untuk membangun pangkalan berkelanjutan di Bulan. Badan antariksa tersebut menargetkan pendaratan dua astronot di dekat kutub selatan Bulan pada tahun 2028.

Baca juga artikel terkait MISI LUAR ANGKASA atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Ilham Choirul Anwar