tirto.id - Israel terus menggempur Lebanon selatan. Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, jumlah korban terbunuh akibat serangan negara Zionis itu telah mencapai 2.700 lebih sejak 2 Maret 2026 lalu.
Menukil Kantor Berita Suriah, SANA, Israel menyerang kota dan desa di Lebanon selatan pada Selasa (5/5) malam hingga Rabu (6/5) pagi. Setidaknya tiga orang dilaporkan terbunuh dalam serangan udara tersebut, sementara empat lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Dalam serangan terpisah para Rabu dini hari, Israel dilaporkan telah menyerang petugas paramedis dari Otoritas Kesehatan Islam di Deir Kifa. Tiga petugas kesehatan dilaporkan mengalami luka-luka.
Pada rentang waktu yang sama, pesawat tempur Israel juga dilaporkan menyerang Kota Qlaileh di Nabatieh semalaman. Serangan ini disebut menyebabkan sekolah negeri Borj Qlaileh mengalami rusak parah.
Rentetan serangan sepanjang Selasa hingga Rabu tersebut merupakan serangan terbaru Israel di kawasan Lebanon selatan. Serangan itu terjadi tak sampai sehari sejak serangan militer Zionis sebelumnya yang membunuh 17 orang.
Melansir Anadolu, Israel terlebih dahulu melakukan serangan sepanjang Minggu (3/5) hingga Senin (4/5). Dalam kurun waktu 24 jam, serangan tersebut dilaporkan telah membunuh 17 orang.
Serangan terbaru Israel ke Lebanon tersebut menandai pelanggaran lebih lanjut terhadap kesepakatan gencatan senjata yang rapuh antara kedua negara. Sejak 17 April, kedua negara sepakat untuk menerapkan gencatan senjata, namun klausul dalam perjanjian yang dimediatori oleh Amerika Serikat (AS) itu tidak efektif menghentikan jatuhnya korban jiwa.
Menurut keterangan Kementerian Kesehatan Lebanon pada Selasa, total kematian akibat serangan Israel di Lebanon sejak 2 Maret telah meningkat menjadi 2.702 jiwa. Serangan demi serangan ke Lebanon juga disebut telah menyebabkan 8.311 orang terluka.
Serangan intensif ke Lebanon telah dilakukan Israel sejak 2 Maret. Kala itu, Israel menyebut bahwa operasi militer di negara tetangganya itu dilakukan sebagai respons atas serangan lintas batas oleh organisasi bersenjata Hizbullah.
Pertempuran antara Hizbullah dengan Israel tersebut merupakan perluasan konflik akibat Perang Iran yang pecah sejak AS dan Israel menyerang Teheran pada 28 Februari lalu. Perang tersebut juga telah menyebabkan kenaikan harga energi dunia, membuat banyak negara menerapkan status darurat energi.
Pemerintah Lebanon menyebut bahwa serangan Israel sejak 2 Maret telah menyebabkan lebih dari 1,6 juta orang mengungsi. Laporan outlet berita internasional juga melaporkan bahwa serangan Israel juga meluluhlantakkan banyak desa dan kota di Lebanon selatan, meratakan pusat-pusat peradaban manusia dengan tanah.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































