Menuju konten utama
Hari Kelahiran Pancasila:

Kutip Sjahrir, Fadli Zon Tekankan Pentingnya Percaya Kekuatan RI

Menurut Fadli, kepercayaan terhadap kemampuan bangsa sendiri merupakan inti dari nilai-nilai yang dibangun Pancasila.

Kutip Sjahrir, Fadli Zon Tekankan Pentingnya Percaya Kekuatan RI
Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Masjid Istiqlal usai Sholat Iduladha, Rabu (27/5/2026). (FOTO/Dok. Istimewa).
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya bangsa Indonesia percaya pada kekuatan dirinya sendiri di tengah situasi global yang semakin kompleks.

Dalam pidatonya pada upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Fadli mengutip pemikiran Perdana Menteri pertama Indonesia, Sutan Sjahrir, mengenai pentingnya kepercayaan diri bangsa sebagai syarat utama menjaga kemerdekaan dan kedaulatan negara.

"Pertanyaannya adalah apakah kita menyadari kunci itu ada di tangan kita? Sultan Syahrir mengingatkan bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka," ujar Fadli, dikutip dari siaran YouTube Kementerian Kebudayaan, Senin (1/6/2026).

Menurut Fadli, kepercayaan terhadap kemampuan bangsa sendiri merupakan inti dari nilai-nilai yang dibangun Pancasila. Ia menilai kepercayaan diri nasional harus lahir dari pemahaman mendalam mengenai identitas dan sejarah Indonesia.

"Kepercayaan kepada kekuatan diri adalah inti dari apa yang Pancasila coba bangun, bukan superioritas, tetapi kepercayaan diri yang berakar pada pengetahuan mendalam tentang siapa kita, dari mana kita berasal, dan kemana kita hendak pergi," ujarnya.

Fadli mengatakan Indonesia selama ini kerap dipahami hanya sebagai negara bangsa modern. Padahal, menurut dia, Indonesia juga merupakan negara peradaban atau civilizational state yang dibangun di atas keberagaman etnis, budaya, bahasa, dan sejarah panjang peradaban manusia.

Ia menyebut bukti arkeologis menunjukkan Nusantara telah menjadi salah satu kawasan penting dalam evolusi dan migrasi manusia sejak jutaan tahun lalu. Karena itu, Indonesia dinilai bukan sekadar pinggiran sejarah dunia.

"Indonesia bukan hanya nation state, melainkan juga civilizational state, negara peradaban yang berdiri di atas fondasi mega diversity dan jejak sejarah kemanusiaan yang sangat panjang," kata Fadli.

Dalam kesempatan itu, Fadli juga menyoroti situasi global yang menurutnya tengah menghadapi berbagai krisis secara bersamaan, mulai dari perubahan iklim, ketimpangan ekonomi, disrupsi kecerdasan buatan, hingga gelombang misinformasi.

"Dunia saat ini menghadapi polikrisis, perubahan iklim yang memporak-porandakan ketahanan pangan, ketimpangan ekonomi yang semakin subur, disrupsi kecerdasan buatan yang mengguncang pasar kerja, gelombang misinformasi yang menghancurkan kepercayaan publik," ujarnya.

Menurut dia, di tengah kondisi tersebut, bangsa-bangsa membutuhkan fondasi nilai yang kokoh. Fadli menilai Indonesia memiliki fondasi tersebut melalui Pancasila.

"Nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, musyawarah, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap martabat manusia yang terkandung dalam Pancasila justru semakin relevan sebagai pijakan menghadapi masa depan dunia yang penuh ketidakpastian," katanya.

Fadli juga menyinggung posisi Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang disebut tetap berada pada jalur politik luar negeri bebas aktif dan nonblok.

"Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia menegaskan komitmen tetap berada pada jalur non-block, tidak memihak pada aliansi manapun, tapi aktif membangun kerjasama internasional," ujar Fadli.

Selain itu, ia menegaskan pembangunan nasional tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi dan teknologi, tetapi juga kekuatan budaya. Menurut dia, kebudayaan menjadi benteng penting dalam menjaga identitas nasional di tengah derasnya arus globalisasi.

"Bangsa yang kuat bukan hanya bangsa yang maju secara material, tapi bangsa yang mampu menjaga identitas, nilai, karakter, dan kepercayaan dirinya di tengah perubahan zaman," kata Fadli.

Baca juga artikel terkait PANCASILA atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana