Menuju konten utama
Ramadhan 2022

Kultum Ramadhan Hari ke-17: Hikmah Peristiwa Nuzulul Qur'an

Kultum Ramadhan hari ke-17 dapat membahas tentang hikmah malam Nuzulul Qur'an. Berikut contoh ceramah Ramadhan hari ke-17 tentang hikmah Nuzulul Qur'an.

Kultum Ramadhan Hari ke-17: Hikmah Peristiwa Nuzulul Qur'an
Sejumlah santri Ponpes Baitul Mustofa mengaji dengan penerangan lampu minyak (semprong) saat pengajian di lapangan terbuka Mojosongo, Solo, Jawa Tengah, Selasa (21/6). Pengajian dalam rangka Nuzulul Qur'an (malam turunnya kitab suci Al-Qur'an) tersebut mendekatkan santri dengan alam serta mendidik agar santri rajin membaca Al-Quran terutama pada bulan Ramadan. Adapun kultum Ramadhan hari ke-17 bisa membahas tentang hikmah Nuzulul Qur'an. antarafoto/Maulana Surya/spt/16.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kultum Ramadhan hari ke-17 bisa membahas mengenai berbagai macam tema, termasuk hikmah peristiwa Nuzulul Qur'an. Lantas, bagaimana contoh ceramah Ramadhan hari ke-17 yang bisa menjadi referensi?

Muslimin dan muslimat secara umum mengetahui bahwa malam Nuzulul Qur'an jatuh pada hari ke-17 Ramadan setiap tahunnya. Oleh karena itu, umat Islam kerap mengadakan agenda kegiatan tertentu saat momen tersebut.

Salah satu aktivitasnya adalah menyampaikan kultum Ramadhan hari ke-17 dengan tema hikmah Nuzulul Qur'an. Penceramah juga bisa menginformasikan berbagai amalan yang cocok untuk dilakukan pada malam tersebut.

Kultum Ramadhan Hari ke-17: Hikmah Nuzulul Qur'an

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, izinkan saya menyampaikan kultum Ramadhan hari ke-17 tentang hikmah peristiwa Nuzulul Qur'an. Sebelum membahas secara rinci, muslimin dan muslimat perlu mengetahui terlebih dahulu apa itu peristiwa Nuzulul Qur'an.

Nuzulul Qur'an merujuk kepada waktu pertama kali ayat Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, tepatnya pada 17 Ramadan sebelum Hijriah. Ayat yang pertama kali turun tersebut adalah surah Al-Alaq ayat 1-5.

Hadirin ceramah Ramadhan hari ke-17 yang dirahmati Allah.

Mengutip laman NU Online, umat Islam di Indonesia biasa memperingati malam Nuzulul Qur'an setiap 17 Ramadan. Surah Al-Alaq ayat 1-5 yang menjadi surat pertama turun kepada Nabi Muhammad SAW pada 17 Ramadan bermakna bahwa Baginda Rasulullah SAW diperintahkan untuk membaca guna lebih memantapkan hatinya.

Nabi Muhammad SAW diminta untuk membaca kalam-kalam berupa wahyu dari Allah SWT, kemudian menerimanya secara berangsur-angsur. Melalui wahyu pertama ini, Rasulullah mendapatkan perintah untuk "membaca segalanya" dengan syarat hal tersebut dilakukan dengan nama Tuhan.

Maksud membaca dalam hal ini tidak hanya merujuk kepada bacaan tertulis, tetapi juga menelaah serta menyampaikan segala hal terkait kebenaran. Pada tanggal yang sama, yaitu pada 17 Ramadan, bertepatan dengan momen pengangkatan Muhammad sebagai nabi dan rasul.

Adapun surah Al-Alaq ayat 1-5, yakni:

اِقۡرَاۡ بِاسۡمِ رَبِّكَ الَّذِىۡ خَلَقَ‌ۚ

Arab Latin:

Iqra bismi rab bikal lazii khalaq.

Arti:

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan."

خَلَقَ الۡاِنۡسَانَ مِنۡ عَلَقٍ‌ۚ‏

Arab Latin:

Khalaqal insaana min 'alaq.

Arti:

"Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah."

اِقۡرَاۡ وَرَبُّكَ الۡاَكۡرَمُۙ

Arab Latin:

Iqra wa rab bukal akram.

Arti:

"Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia."

الَّذِىۡ عَلَّمَ بِالۡقَلَمِۙ

Arab Latin:

Al lazii 'allama bil qalam.

Arti:

"Yang mengajar (manusia) dengan pena."

عَلَّمَ الۡاِنۡسَانَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡؕ

Arab Latin:

'Al lamal insaana ma lam y'alam.

Arti:

"Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."

Lalu apa hikmah memperingati peristiwa malam Nuzulul Qur'an? Peringatan bisa mengingatkan kita untuk menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

Kemudian, peringatan ini diharapkan dapat memotivasi umat Islam untuk selalu membaca Al-Qur'an. Dengan begitu, muslimin dan muslimat bisa memperoleh berkah dan rida Allah SWT.

Sehubungan dengan itu, ada beberapa amalan yang bisa dilakukan saat memperingati Nuzulul Qur'an berikut.

1. Istikamah Membaca Al-Qur'an

Istikamah membaca kitab suci Al-Qur'an memerlukan niat dari dalam hati maupun tindakan. Niatkan minimal khatam Al-Qur'an satu kali, jika lebih dari satu kali akan lebih baik.

2. Memperbanyak Itikaf

Ibadan sunah iktikaf adalah berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Muslimin dan muslimat bisa iktikaf sambil membaca Al-Qur’an atau berzikir.

3. Perbanyak Salat Malam dan Doa

Tujuan amalan pada malam Nuzulul Qur'an tentu saja agar umat Islam bisa lebih menghayati betapa sakral dan pentingnya peristiwa turunnya Al-Qur'an. Pada malam peringatan, muslimin dan muslimat dapat perbanyak salat malam dan doa.

Ingin membaca lebih banyak contoh kultum Ramadhan untuk hari ke-1 hingga ke-30? Simak kumpulan ceramah kultum Ramadhan hari ke-17 dan hari lainnya melalui laman berikut.

Kumpulan Kultum Ramadan

Baca juga artikel terkait KULTUM RAMADHAN atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

tirto.id - Edusains
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Addi M Idhom
Penyelaras: Yuda Prinada