Menuju konten utama

Kronologi Anak 6 Tahun Dibully hingga Kesetrum di Jakarta Pusat

Seorang anak 6 tahun di Jakarta Pusat diduga di-bully hingga kesetrum tiang lampu. Polisi menyelidiki dugaan keterlibatan dua remaja.

Kronologi Anak 6 Tahun Dibully hingga Kesetrum di Jakarta Pusat
Ilustrasi Bullying. foto/SItockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun berinisial MWP yang tinggal di Jakarta Pusat, mengalami insiden serius setelah diduga menjadi korban perundungan oleh dua remaja di sebuah taman.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu (7/6/2026) di Taman Kramat Pulo, Jakarta Pusat itu berujung pada kondisi kritis setelah korban tersengat listrik dari sebuah tiang lampu.

Peristiwa ini terungkap setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian memperlihatkan detik-detik korban diseret oleh dua remaja sebelum kemudian tersengat listrik.

Keluarga korban telah melaporkan kasus ini ke Polres Metro Jakarta Pusat, sedangkan pihak kepolisian kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut.

Meski sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), korban dilaporkan kini telah sadar dan kembali ke rumahnya.

Fakta-fakta Anak 6 Tahun di-Bully hingga Kesetrum di Tiang Lampu

Berikut fakta-fakta yang terungkap sejauh ini terkait kasus anak 6 tahun yang diduga mengalami perundungan hingga kesetrum di Jakarta Pusat:

1. Korban anak 6 tahun sempat koma setelah tersengat listrik saat dibully

Peristiwa ini bermula dari dugaan perundungan terhadap korban MWP oleh dua remaja di Taman Kramat Pulo, Jakarta Pusat. Dalam proses perundungan tersebut, korban dipaksa mendekati tiang listrik yang ternyata memiliki aliran listrik bocor.

Kontak dengan tiang tersebut menyebabkan korban tersengat listrik, kejang-kejang, dan tidak sadarkan diri hingga sempat koma.

2. Kejadian terekam CCTV

Keberadaan kamera pengawas (CCTV) menjadi bukti penting dalam mengungkap kronologi kejadian. Dari rekaman tersebut terlihat jelas bahwa korban yang sedang bermain kemudian didekati, diseret, dan dipaksa ke arah tiang listrik oleh dua remaja.

Rekaman ini menjadi dasar awal bagi pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus tersebut.

3. Tiang listrik mengalami kebocoran arus sehingga menyebabkan korban tersengat

Salah satu faktor utama yang memperparah kejadian adalah kondisi lingkungan, yaitu adanya kebocoran listrik pada tiang di area taman.

Saat korban bersentuhan dengan tiang tersebut, ia langsung tersengat listrik dan mengalami kejang.

"Saya lihat CCTV yang ada di dalam taman. Ternyata di dalam rekaman terlihat cucu saya dipersekusi oleh dua orang yang diketahui berinisial LNG dan RVN. Cucu saya sempat diseret, dan dibawa ke tiang yang ternyata tiang tersebut ada aliran listriknya hingga menyebabkan cucu saya kesetrum," ungkap nenek korban, Linda Reselin dikutip Antara, Rabu(10/6/2026).

4. Dua remaja diduga pelaku masih dalam penyelidikan polisi

Polisi telah mengidentifikasi adanya dua remaja yang terekam dalam CCTV dan diduga terlibat dalam peristiwa ini. Namun hingga saat ini, status hukum mereka masih dalam tahap penyelidikan dan penyidikan.

5. Korban sempat koma namun kini sudah sadar dan pulih

Setelah menjalani perawatan di RSCM, kondisi korban dilaporkan membaik. Ia telah sadar, diperbolehkan pulang ke rumah, dan bahkan sudah kembali bermain dengan teman-temannya.

Meskipun secara fisik membaik, keluarga menyebut bahwa korban masih mengalami rasa takut ketika bertemu orang lain, yang menunjukkan adanya dampak psikologis dari kejadian tersebut.

"Kalau sekarang cucu saya sudah sadar tapi dia masih takut kalau bertemu orang," kata Linda.

6. Kasus sudah masuk tahap penyidikan oleh Polres Metro Jakarta Pusat

Polres Jakpus telah menerima laporan resmi dari keluarga korban dan saat ini kasus sudah naik ke tahap penyidikan.

Proses yang dilakukan meliputi pengumpulan bukti, pemeriksaan saksi, serta analisis video CCTV. Penegak hukum juga masih mendalami apakah tindakan para pelaku merupakan unsur kesengajaan atau hanya tindakan bermain yang berujung fatal tanpa mereka sadari.

7. Taman sempat ditutup dan instalasi listrik sudah diperbaiki

Setelah kejadian, area taman dilaporkan sempat ditutup untuk kepentingan keamanan dan penyelidikan. Selain itu, kebocoran listrik pada tiang yang menjadi penyebab tersengatnya korban juga sudah diperbaiki. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terulangnya insiden serupa di lokasi yang sama.

Baca juga artikel terkait KASUS BULLYING atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra