tirto.id - Suasana aula Auditorium Gedung LPSP Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Jawa Timur, tampak hidup oleh antusiasme siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 21 Surabaya, yang mengikuti kegiatan edukasi anti-bullying bertajuk “Stop Bullying, Start Growing” pada Jumat (8/5/2026).
Digelar oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial (Kemensos), kegiatan ini berlangsung interaktif karena siswa bisa mengikuti permainan, diskusi, hingga tanya jawab dengan narasumber.
Saat membuka kegiatan itu, Penasihat DWP Kementerian Sosial RI, Fatma Saifullah Yusuf, menyoroti dampak serius bullying terhadap kondisi psikologis remaja.
Ia mengatakan praktik perundungan kini tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah, tetapi juga makin sering muncul di ruang digital dan media sosial.
“Kadang sesuatu yang menurut kita bercanda, belum tentu lucu bagi orang lain. Di balik candaan itu bisa ada hati yang terluka, rasa takut, bahkan kehilangan rasa percaya diri,” ujar Fatma.
Karena itu, ia mengajak para siswa bijak menggunakan media sosial sekaligus menjaga cara berinteraksi dengan sesama. Fatma menegaskan, sekolah seharusnya menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi siswa untuk tumbuh dan berkembang.
“Kita harus mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling mengasihi. Mulailah dari diri sendiri dengan menghargai perbedaan dan berani mengatakan tidak pada bullying,” katanya.
Dalam sesi diskusi, salah satu siswa SRMA 21 Surabaya, Miftahul Ananda (17), mengangkat pertanyaan mengenai ejekan fisik yang kerap dialami remaja.
“Ketika kita dikatain secara fisik kita, apakah itu termasuk bullying secara verbal? Dan apa dampak buruknya bagi korban bullying secara verbal?” ujar dia bertanya ke narasumber.
Salah satu narasumber, Bawinda Sri Lestari menjelaskan komentar bernada merendahkan terhadap fisik seseorang termasuk bentuk perundungan verbal yang dapat memengaruhi mental dan rasa percaya diri korban. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga ucapan dan perilaku, baik dalam pergaulan sehari-hari maupun di media sosial.
Sementara itu, Plt Kepala SRMA 21 Surabaya Ummi Nazhiroh menilai kegiatan tersebut bisa memperkuat karakter siswa di tengah perkembangan dunia digital. “Prestasi tidak hanya diukur dari keberhasilan akademik, tetapi juga dari kemampuan membangun karakter dan rasa saling menghormati,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, apresiasi terhadap program Sekolah Rakyat juga disampaikan Kepala Pusat Pengembangan Desa dan Daerah UNESA, Mufarrihul Hazim. Ia melihat adanya perubahan sikap dan semangat para siswa sejak pertama kali masuk lingkungan kampus.
“Dulu wajah mereka masih penuh pesimisme, tetapi hari ini wajahnya sudah penuh optimisme untuk menjadi orang-orang hebat dan sukses,” katanya.
Selain edukasi anti-bullying, kegiatan tersebut diisi dengan penyaluran bantuan Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta bagi penyandang disabilitas di Kota Surabaya. Total nilai bantuan itu sebesar Rp24.055.315.
Bantuan diberikan kepada Tarmudji berupa kaki palsu senilai Rp9.804.300, Afifah Novaria berupa sepatu AFO senilai Rp604.300, serta kursi roda untuk Dwi Andi Santoso dan Satimah masing-masing senilai Rp2.629.750.
Selain itu, bantuan usaha juga disalurkan kepada Dodik Jatmiko untuk usaha mainan senilai Rp1.975.000, Tony Sanjaya untuk usaha gorengan senilai Rp1.666.065, Tutik Iriani untuk usaha kue basah senilai Rp1.246.150, serta Sutarjo untuk usaha bengkel sepeda motor senilai Rp3.500.000.
Kegiatan ini turut diselenggarakan bersama Viva Muda dalam rangka peringatan ulang tahun ke-6 komunitas anak muda binaan Viva Cosmetics tersebut.
Turut hadir Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya Antiek Sugiharti, Kepala Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Wahyu Dewanto, Kasubag TU Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI Suliatya Ariadi, Wakil Ketua I DWP Kemensos RI Siti Aminarsih Supomo, perwakilan Viva Muda, narasumber Nadya Wulan, serta jajaran guru dan tenaga kependidikan dari SRMA 21 Surabaya.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id





























