Menuju konten utama

Korban Tewas Bencana Sumatra 744 Jiwa, 551 Orang Masih Hilang

Abdul juga menjelaskan kalau di Aceh, masih terdapat empat kabupaten yang hingga saat ini sulit untuk ditempuh melalui jalur darat.

Korban Tewas Bencana Sumatra 744 Jiwa, 551 Orang Masih Hilang
Petugas SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban longsor di Toboh Tangah, Nagari Malalak Timur, Agam, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). Longsor yang terjadi karena tingginya intensitas hujan di daerah perbukan pada Rabu (26/11/2025) tersebut mengakibatkan puluhan rumah rusak dan sedikitnya tujuh korban meninggal dunia, belasan lainnya hilang, dan akses menuju lokasi putus total. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan data terkini mengenai bencana yang terjadi di provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Per Selasa (2/12/2025) malam, total korban meninggal dunia mencapai 744 jiwa. Sementara 551 orang lainnya masih belum ditemukan alias hilang.

Berdasarkan data yang dihimpun melalui situs resmi BNPB pada pukul 20.00 WIB, jumlah korban meninggal di Aceh mencapai 218 jiwa, sementara yang masih dinyatakan hilang sebanyak 227 jiwa.

Kemudian Sumatra Utara, data korban jiwa yang terkonfirmasi meninggal dunia adalah 301 jiwa, dengan 163 jiwa masih dilaporkan hilang. Sementara di provinsi Sumatra Barat, terdata hingga saat ini adalah 225 jiwa meninggal dunia dan 161 jiwa hilang.

Dalam konferensi pers yang digelar Selasa (2/12) sore, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Kapusdatin BNPB) Abdul Muhari mengatakan, penyaluran bantuan terus diupayakan melalui berbagai cara. Di Sumut misalnya, proses distribusi logistik dilakukan melalui tiga moda transportasi; lewat jalur darat, laut, maupun udara.

Kemudian di Aceh, operasi modifikasi cuaca (OMC) masih terus dilakukan sebab di beberapa titik pencarian masih kerap terganggu oleh turunnya hujan.

"Dukungan dari modifikasi cuaca ini juga mempercepat operasi pemulihan atau membuka akses jalan yang sebelumnya tertutup baik itu material longsor maupun lumpur bawaan dari banjir dan banjir bandang," katanya dalam konferensi pers yang disaksikan di kanal YouTube BNPB.

Abdul juga menjelaskan kalau di Aceh, masih terdapat empat kabupaten yang hingga saat ini sulit untuk ditempuh melalui jalur darat. BNPB, katanya, akan berupaya mengejar agar akses ini dapat kembali dilewati untuk menyalurkan logistik.

"Jadi kalau sebelumnya kita mungkin mendengar informasi Aceh Tengah belum tersentuh oleh bantuan logistik pemerintah, per hari ini ada helikopter Caracal per 10 pagi sudah membawa dukungan logistik," tutur dia.

Untuk di Sumatra Barat, Abdul menuturkan bahwa fokus pembukaan akses ada di Kabupaten Agam dan Kota Padang Panjang yang terdampak. "Jadi ini menjadi atensi dan fokus untuk bisa dipulihkan secepat mungkin," katanya.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Alfons Yoshio Hartanto