Menuju konten utama

Konsumsi Rumah Tangga Tumbuh 5,52%, Masih Jadi Motor Ekonomi RI

Konsumsi rumah tangga jadi motor utama ekonomi RI dengan kontribusi 54,36% terhadap PDB nasional.

Konsumsi Rumah Tangga Tumbuh 5,52%, Masih Jadi Motor Ekonomi RI
Pedagang melayani warga yang berbelanja sayur di pasar tradisional Gamalama Ternate, Maluku Utara, Kamis (7/8/2025). ANTARA FOTO/Andri Saputra/agr
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga tumbuh 5,52 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan I 2026. Capaian ini menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat masih menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi RI dengan kontribusi mencapai 54,36 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan konsumsi rumah tangga juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi, yaitu mencapai 2,94 persen. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga pun berkontribusi terhadap PDB mencapai 54,36 persen.

“Konsumsi rumah tangga tumbuh menguat didorong oleh momen hari besar keagamaan dan peningkatan mobilitas masyarakat,” ujarnya dalam rilis BPS, di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).

Jika dilihat lebih jauh, sub-komponen konsumsi rumah tangga yang tumbuh tinggi adalah restoran dan hotel yakni sebesar 7,38 persen, kemudian diikuti oleh transportasi dan komunikasi yang tumbuh sebesar 6,91 persen.

Selain konsumsi rumah tangga, Penanaman Modal Tetap Bruto (PMTB) juga menjadi motor lainnya pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026. BPS mencatat, PMTB pada tiga bulan pertama 2026 tumbuh sebesar 5,96 persen dengan kontribusi terhadap PDB mencapai 28,29 persen.

“Di mana kontribusi total kedua komponen ini yaitu konsumsi rumah tangga dan PMTB memberikan kontribusi sebesar 82,65 persen terhadap total PDB,” lanjut Amalia.

Sub-komponen PMTB yang tumbuh tinggi terjadi pada konsumsi kendaraan yang tumbuh sebesar 12,39 persen, kemudian diikuti oleh konsumsi mesin dan perlengkapan yang tumbuh hingga 10,78 persen didorong oleh peningkatan impor barang modal jenis mesin serta belanja pemerintah untuk peralatan dan mesin.

Sementara itu, komponen dengan pertumbuhan tertinggi yaitu konsumsi pemerintah yang tumbuh 21,81 persen, dengan kontribusi terhadap PDB mencapai 6,72 persen. Kata Amalia, hal ini terjadi seiring dengan peningkatan realisasi belanja pegawai melalui realisasi pembayaran gaji ke-14 alias Tunjangan Hari Raya (THR) serta belanja barang dan jasa utamanya pada belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat berupa program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Konsumsi pemerintah tumbuh melesat hingga 21,81 persen seiring dengan meningkatnya realisasi belanja pemerintah,” tutup Amalia.

Baca juga artikel terkait PERTUMBUHAN EKONOMI RI atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah