tirto.id - Greatest Love of All, sebuah konser amal hasil kolaborasi antara Lions Club Tomang Jakarta Sejati, National Global School, LSPR Vocal Group, LSPR Student Talent Management Center, WAV Entertainment dan WAKA Production sukses digelar di Teater Besar Taman Ismail Marzuki pada Sabtu (18/04/2026).
“Semoga dengan adanya konser ini Rumah Singgah Lions bisa semakin menampung banyak anak-anak lagi dan anak-anak kanker di Indonesia bisa punya harapan lebih lagi untuk sembuh,” Tutur Amelia Angeliqa Hadinata selaku Producer & Show Director The Greatest Love of All pada sesi pembukaan acara.
“Lions Club Jakarta Tomang Sejati adalah bagian dari Lions Club International. Dimana Lions Club International adalah organisasi relawan sudah berdiri lama di dunia, bahkan di Indonesia. Bahwa kita peduli dengan anak penderita kanker. Di sebelah saya ada seseorang yang merupakan pejuang di Rumah Singgah Lions. Anak ini bernama Gabriel, dan dia adalah bukti nyata bahwa perjuangan melawan segala kemustahilan itu mungkin.” Kata Willy Aviatara selaku Presiden LCJ Tomang Sejati, pada sesi pembukaan acara.
Pada sesi pembukaan acara ini juga menampilkan nyanyian salah satu anak penderita kanker, Gabriel yang merupakan pejuang di Rumah Singgah Lions. Konser amal ini menjadi bentuk perjuangan untuk melawan kemustahilan bagian para penderita kanker.
Bernostalgia Lewat Penampilan Orkestra Sepuluh Babak
Melibatkan sebanyak 27 penyanyi, 30 penari, dan 15 musisi orkestra, The Greatest Love of All Charity Orchestra Concert membawa penonton untuk bernostalgia bersama lagu-lagu populer pada zamannya melalui penampilan sepuluh babak.
Seperti lagu What a Wonderful World, Sway, Hopelessly Devoted to You, dan I Saw Standing There yang merupakan lagu populer pada tahun 1950 hingga 1960 dibawakan dengan aransemen orkestra yang penuh semangat, memberikan pengalaman musikal yang hangat serta membangkitkan nostalgia bagi para penonton.
Suasana konser pun semakin hidup ketika penonton diajak untuk bernyanyi dan berdansa bersama melalui lagu-lagu populer era 1970-an hingga awal 1980-an karya ABBA, seperti Super Trouper, Gimme! Gimme! Gimme!, Mamma Mia, Dancing Queen, Money, Money, Money, dan Voulez-Vous. Lagu-lagu tersebut menghadirkan energi yang meriah dan membuat penonton larut dalam euforia sepanjang pertunjukan.
Willy Aviatara selaku Conductor pada konser orkestra ini juga mengajak penonton untuk nostalgia masa kecil di minggu pagi melalui lagu-lagu populer dari animasi seperti lagu Crayon Shinchan, Doraemon, Ninja Hatori, Dragon Ball, dan One Piece yang menjadi favorit masa kecil anak-anak tahun 2000-an.
Pada babak akhir penampilan, seluruh performer bernyanyi dan menari bersama membawakan lagu Heal the World oleh Michael Jackson. Lagu ini menjadi simbol bahwa setiap bentuk kepedulian dan perjuangan tidak pernah sia-sia, sekaligus merefleksikan semangat konser yang didedikasikan bagi anak-anak penderita kanker. Melalui penampilan penutup ini, konser The Greatest Love of All menghadirkan pesan harapan, bahwa dukungan dan kebersamaan dapat menjadi kekuatan bagi mereka yang tengah berjuang.
Donasi Konser Disalurkan untuk Anak Penderita Kanker
Konser amal ini diselenggarakan untuk penggalangan dana bagi anak-anak penderita kanker di Rumah Singgah Lions sekaligus sebagai wujud nyata semangat kepedulian Lions Club. Seluruh dana yang terkumpul dari penjualan tiket konser akan didonasikan 100% untuk mendukung kegiatan dan pengembangan Rumah Singgah Lions.
Dalam kesempatan tersebut, Amelia Angeliqa Hadinata selaku Producer & Show Director The Greatest Love of All menyampaikan “Semoga acara hari ini dapat memberikan makna bagi seluruh hadirin, mengingat konser ini merupakan konser amal. Seluruh hasil penjualan tiket dan donasi yang terkumpul akan disalurkan sepenuhnya kepada Rumah Singgah Lions untuk mendukung pengembangan fasilitas yang ada. Rumah Singgah Lions diperuntukkan bagi anak-anak penderita kanker, baik yang berasal dari luar Jakarta maupun dari wilayah Jakarta, khususnya bagi mereka yang membutuhkan. Di tempat ini, para pasien difasilitasi untuk menjalani proses pengobatan, termasuk penyediaan tempat tinggal, fasilitas pendukung, serta transportasi menuju Rumah Sakit Dharmais.”
Sebagai penutup rangkaian acara, dilakukan pula sesi penyerahan donasi secara simbolis kepada pihak Rumah Singgah Lions. Momen ini menjadi penegas bahwa konser “The Greatest Love of All” tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik, tetapi juga membawa dampak nyata bagi mereka yang tengah berjuang.
Masuk tirto.id


































