Menuju konten utama

Konsep Dasar dan Prinsip-Prinsip dalam Menggambar Model Alam Benda

Objek dari kegiatan menggambar model dapat berupa hewan, manusia, tumbuh-tumbuhan, serta kumpulan benda-benda tertentu yang ingin digambar.

Konsep Dasar dan Prinsip-Prinsip dalam Menggambar Model Alam Benda
Ilustrasi Menggambar. foto/IStotckphoto

tirto.id - Menggambar model merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh seorang perupa untuk menggambar atau melukis objek menggunakan model, baik berupa benda hidup maupun benda mati.

Mengutip bukuSeni Budaya (2014), objek dari kegiatan menggambar model dapat berupa hewan, manusia, tumbuh-tumbuhan, serta kumpulan benda-benda tertentu yang ingin digambar.

Ketika ingin menggambar model menggunakan benda mati, seorang perupa dapat menyusun komposisi dari kumpulan benda-benda yang ingin digambar sesuai dengan keinginan.

Penggunaan model berasal dari alam disebut sebagai gambar bentuk, di mana seorang perupa mengamati secara langsung objek-objek yang ingin digambar.

Penggunaan model dari benda alam memiliki keunikan tertentu, mulai dari segi struktur bentuk, bidang dasar, dan lain sebagainya. Struktur bentuk dari objek gambar alam dapat berupa seperti bola, bujur sangkar, kubus, kerucut, serta tabung.

Struktur objek benda alam memiliki ukuran sendiri yang tidak sama antara satu struktur dan struktur lainnya.

Konsep dan Prosedur Menggambar Model

Menggambar model merupakan kegiatan yang diawali dengan menentukan objek model yang akan digambar. Objek gambar model dapat berupa hewan, tumbuh- tumbuhan, manusia, dan kumpulan benda-benda yang disusun sesuai dengan komposisi, proporsi, keseimbangan, dan irama yang baik sehingga gambar memiliki

satu kesatuan yang utuh.

Menggambar model menggunakan model alam benda memiliki beberapa teknik tertentu, sehingga seorang perupa mendapatkan potret model yang sesuai dengan keinginan.

Objek gambar alam benda memiliki strukur bentuk dan bidang dasar yang berbeda-beda antara yang satu dengan lainnya. Bentuk-bentuk tersebut antara lain seperti bola, kubus, bujur sangkar, kerucut, dan tabung. Struktur bidang gambar model (alam benda) dapat berupa bidang datar, melingkar, maupun mengerucut.

Struktur bentuk dan bidang tersebut memiliki kesan yang tidak sama apabila terkena sinar. Model alam benda yang terkena sinar akan menghasilkan bayangan dengan intensitas cahaya yang berbeda-beda.

Efek bayangan yang ditimbulkan dari pencahayaan memberikan kesan ruang pada model sehingga gambar tampak seperti gambar tiga dimensi.

Tata letak dari penempatan benda merupakan hal penting yang wajib diperhatikan. Letak objek alam tidak boleh terlalu jauh atau pun terlalu dekat, sehingga seorang perupa masih bisa melihat secara jelas detail dari objek.

Beberapa alat yang dapat digunakan untuk menggambar model yaitu kanvas atau tas sebagai bidang untuk menggambar, serta pensil, arang, pensil warna, krayon, dan cat air sebagai media melukis.

Prinsip-Prinsip Menggambar Model

Masih dikutip dari bukuSeni Budaya (2014), terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan bagi seorang perupa ketika ingin menggunakan model sebagai objek gambarnya. Beberapa prinsip tersebut termasuk komposisi, proporsi, keseimbangan, dan kesatuan.

1. Komposisi

Komposisi merujuk kepada bagaimana seorang perupa mengatur tata letak objek secara sedemikian rupa sehingga hasil gambar dapat sesuai dengan keinginan perupa. Komposisi termasuk bentuk objek, warna objek, jenis objek, dan latar belakang objek gambar.

Beberapa contoh bentuk komposisi dilihat dari tata letak atau pun penyusunan pola gambar objek terdiri dari:

  • Komposisi simetris.Melalui komposisi simetris, objek gambar disusun dengan komposisi yang seimbang jika dilihat dari semua sudut, baik dalam bentuk dan ukurannya.
  • Komposisi asimetris.Melalui komposisi asimetri, objek gambar disusun dengan tata letak yang beragam, baik dari segi ukuran ataupun bentuknya. Akan tetapi, komposisi asimetris masih mempertimbangkan proporis, kesiembangan, dan kesatuan antara satu objek dan objek lainnya.
  • Komposisi sentral. Melalui komposisi sentral, objek yang menjadi perhatian gambar diletakkan di tengah-tengah bidang gambar. Komposisi ini juga memperhatikan proporsi antara satu objek dan objek lainnya sehingga menjadi padu dan seimbang.

2. Proporsi

Proporsi memiliki pengertian akan perbandingan yang seimbang antara bagian-bagian dari objek gambar ketika diamati.

3. Keseimbangan

Keseimbangan memiliki pengertian tentang keselarasan antara objek gambar, bidang gambar, serta gambar yang dihasilkan. Beberapa komponen yang harus diperhatikan untuk mendapatkan keseimbang itu seperti skala, pemberian efek perspektif, serta sudut pandang penggambar.

4. Kesatuan

Kesatuan memiliki pengertian tentang keserasian dalam mengantur tata letak dari objek gambar. Komponen ini memiliki pengaruh terhadap hasil gambar yang memperhatikan aspek keseimbangan objek-objek yang digunakan.

Baca juga artikel terkait MENGGAMBAR MODEL atau tulisan lainnya dari Marhamah Ika Putri

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Marhamah Ika Putri
Penulis: Marhamah Ika Putri
Editor: Maria Ulfa