Menuju konten utama

Komite Eksekutif Otsus Papua Siap Dukung Program Sekolah Rakyat

Anggota Komite Eksekutif Otsus Papua menyatakan dukungan terhadap program Sekolah Rakyat untuk memperluas akses pendidikan dan memutus rantai kemiskinan.

Komite Eksekutif Otsus Papua Siap Dukung Program Sekolah Rakyat
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menerima audiensi dari Anggota Komite Eksekutif Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Ari Sihasale dan Nia Sihasale Zulkarnaen di Kantor Kemensos, Jakarta, Kamis (30/4/2026). FOTO/dok.Kemensos

tirto.id - Dua anggota Komite Eksekutif Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Ari Sihasale dan Nia Sihasale Zulkarnaen, membicarakan dampak positif program Sekolah Rakyat saat bertemu Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, di Kantor Kemensos, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Dalam pertemuan itu, Ari membagikan pengalamannya ketika berinteraksi dengan siswa Sekolah Rakyat di Papua.

"Ketika kami berada di SRT 75 Papua, kami berbincang dengan mereka, ada yang sampai menangis karena terharu bisa bersekolah di Sekolah Rakyat," kata Ari.

Ari menuturkan, anak-anak di sana menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk bersekolah. Sebelumnya, mereka menghadapi keterbatasan akses pendidikan, bahkan tidak memiliki seragam. Kini, mereka dapat belajar dengan fasilitas memadai.

"Ini baju dalam juga dikasih," ujar Nia menimpali dengan menirukan ucapan salah satu siswa. "Bahkan ada yang bilang kapan Presiden berkunjung ke ke sini."

Kepada tamunya, Agus Jabo pun menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.

"Anak-anaknya disekolahkan, orang tuanya diberdayakan, bahkan rumahnya dibangun," kata dia.

Ia mencontohkan kisah Nayla, siswi Sekolah Rakyat di Makassar, yang rumah keluarga dan tetangganya diperbaiki dengan biaya dari hasil lelang mobil Rolls-Royce aset Kemensos.

"Sekolah Rakyat ini menjadi jembatan emas," ujar Agus Jabo.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa para siswa Sekolah Rakyat memiliki latar belakang dan karakter yang beragam, sehingga sebagian memerlukan penanganan khusus. "Kemensos memiliki Sentra untuk rehabilitasi, sehingga saat anak-anak ada yang membutuhkan, bisa dilakukan rehabilitasi dahulu lalu kembali bersekolah," jelasnya.

Menutup pertemuan, Ari menyatakan komitmennya untuk mendukung program Sekolah Rakyat, terutama di Papua. "Kami siap ikut, ke pegunungan pun kami siap," tegasnya.

Sebagai informasi, saat ini terdapat enam Sekolah Rakyat rintisan di Papua, yakni SRMA 29 Jayapura, SRT 75 Jayapura, SRMA 41 Biak Numfor, SRMA 42 Sami, SRT 77 Merauke, dan SRT 78 Mimika.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis