tirto.id - Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menyebutkan dugaan penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menjadi salah satu penyebab antrean panjang di sejumlah SPBU dalam sepekan terakhir.
Menurut dia, berdasar penjelasan Pertamina Patra Niaga, stok berbagai jenis BBM di seluruh depot di Indonesia mencukupi. Namun, antrean tetap terjadi juga akibat peralihan sebagian masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.
"Kami bertanya terkait dengan kenapa ada antrean dalam satu minggu terakhir ini. Dijelaskan bahwa antrean tersebut mungkin disebabkan antara lain karena adanya shifting masyarakat yang tadinya menggunakan produk BBM spek tinggi non-subsidi beralih kepada BBM subsidi," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Selain itu, Bambang mengaku menerima laporan mengenai dugaan penyalahgunaan BBM subsidi oleh pihak tertentu. Menurut laporan tersebut, pihak tertentu menjual kembali BBM subsidi yang mereka beli ke pihak lain.
"Kami juga mendapat semacam laporan bahwa ada dugaan terjadi penyalahgunaan daripada BBM bersubsidi yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu untuk kembali dijual kepada industri atau mungkin bidang-bidang lainnya," katanya.
Bambang mengklaim, BPH Migas telah melakukan pengawasan terhadap dugaan penyelewengan tersebut, termasuk operasi tangkap tangan dengan melibatkan aparat penegak hukum. Komisi XII disebutnya telah meminta Pertamina Patra Niaga mempercepat normalisasi distribusi melalui penambahan jam operasional SPBU dan armada distribusi agar antrean segera terurai.
Di lokasi yang sama, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas memastikan penyaluran BBM subsidi, seperti biosolar, minyak tanah, maupun pertalite, masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Penyaluran BBM subsidi dan kompensasi negara, baik itu biosolar, minyak tanah, sama pertalite, masih sangat cukup aman untuk melayani seluruh masyarakat," ujarnya.
Wahyudi mengakui terjadi peningkatan permintaan BBM subsidi di sejumlah daerah hingga 10-15 persen akibat perpindahan konsumsi dari BBM nonsubsidi.
Karena itu, Wahyudi menyatakan BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga terus melakukan normalisasi distribusi sekaligus mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan.
"Ini untuk melayani masyarakat agar supaya tidak melakukan panic buying untuk membeli BBM yang berlebih. Kami mengharap dan mengimbau belilah BBM sesuai kebutuhan harian yang bijak dan wajar," katanya.
Kata Wahyudi, pihaknya menargetkan antrean di SPBU dapat terurai dalam satu hingga dua hari ke depan. Upaya tersebut dilakukan dengan menambah armada distribusi, mengoptimalkan pengemudi truk tangki, serta memanfaatkan dukungan personel TNI agar distribusi BBM berlangsung selama 24 jam.
"Kami semua terus berjuang keras untuk normalisasi dan paling lama 1-2 hari ke depan, insyaAllah semua akan terurai dan cukup lancar kembali," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman, menyatakan pihaknya telah menambah armada distribusi darat, pengemudi, jam operasional SPBU, serta pengiriman dari depot ke SPBU untuk mempercepat penyaluran BBM.
Dalam kesempatan itu, dia meminta masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan BBM nasional.
"Mohon juga masyarakat tidak terlalu khawatir bahwa secara stok nasional kebutuhan BBM dan LPG kami senantiasa kita siapkan lebih dari cukup. Dan ini nanti akan kita uraikan untuk distribusinya lebih cepat ke SPBU-SPBU dan ritel," ujar Taufik.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id





































