Menuju konten utama

Komdigi Lelang Frekuensi 2,6 GHz, Layanan 5G Siap Dirasakan 2026

Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintahan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur digital.

Komdigi Lelang Frekuensi 2,6 GHz, Layanan 5G Siap Dirasakan 2026
Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) meutya hafid dalam konferensi pers di Indonesia Game Developer Exchange (IGDX), Kuta, Bali, Sabtu (11/10/2025). Tirto.id/Sandra Gisela

tirto.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menargetkan pelelangan pita frekuensi 2,6 GHz untuk pengembangan jaringan 5G dapat dilaksanakan pada akhir tahun ini.

Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutia Hafid, menyatakan pembangunan infrastrukturnya diproyeksikan akan mulai dirasakan masyarakat pada tahun 2026.

Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintahan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur digital. Persiapan administrasi dan teknis telah dilakukan pada tahun pertama untuk memastikan kelancaran proses.

“Mudah-mudahan terkejar lagi akhir tahun ini kita juga akan melelang untuk 2,6 GHz untuk pembangunan 5G, yang insyaallah kalau lancar tahun depan selesai dan pembangunannya juga sudah mulai dirasakan tahun depan,” kata Meutia dalam acara Festival Ekonomi Digital Indonesia (FEKDI) dan IFSE 2025 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (30/10/2025).

Ia mengungkapkan bahwa percepatan ini akan menjadi fokus pada tahun kedua kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Pasalnya, segala peraturan yang dibutuhkan sudah dilakukan di tahun pertama.

“Jadi tahun kedua dari presiden Prabowo insya allah percepat itu dilakukan karena memang administrasi, paperwork dan persiapan di tahun pertama itu sudah dilakukan dengan timely,” ujarnya.

Selain frekuensi 2,6 GHz, pemerintah juga baru saja menyelesaikan lelang pita frekuensi 1,4 GHz. Frekuensi ini ditujukan untuk layanan Fixed Wireless Access (FWA) guna mendorong konektivitas internet yang lebih terjangkau, tidak hanya secara mobile tetapi juga untuk akses di rumah.

“Lelangnya baru selesai dan mudah-mudahan tahun depan mulai terasa,” tambah Meutia.

Keberhasilan lelang frekuensi 2,6 GHz ini diharapkan dapat menjadi katalis untuk memperluas cakupan dan kualitas layanan 5G di Indonesia, mendorong pertumbuhan ekonomi digital dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan konektivitas berkecepatan tinggi.

Adapun, Komdigi telah mengumumkan pemenang lelang frekuensi 1,4 GHz. Dari tiga perusahaan telekomunikasi yang bersaing, Surge dan MyRepublic jadi pemenangnya. Sedangkan, Telkom kalah.

Surge yang diwakili oleh anak perusahaan, Telemedia Komunikasi Pratama, memenangkan lelang frekuensi 1,4 GHz untuk Regional 1.

Sedangkan, Eka Mas Republik yang dikenal dengan merek MyRepublic, berhasil memenangkan pertarungan di Regional 2 dan 3.

Baca juga artikel terkait KOMDIGI atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra