tirto.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) kembali membuka akses layanan Artificial Intelligence (AI) milik X, Grok, setelah sebelumnya diputus sementara karena disalahgunakan untuk konten pornografi.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, mengatakan bahwa pembukaan akses ini dilakukan secara bersyarat, setelah X Corp menyampaikan komitmen tertulis mengenai perbaikan layanan dan kepatuhan terhadap ketentuan hukum di Indonesia.
“Normalisasi akses layanan Grok dilakukan secara bersyarat setelah X Corp menyampaikan komitmen tertulis yang memuat langkah-langkah konkret perbaikan layanan dan pencegahan penyalahgunaan. Komitmen ini menjadi dasar evaluasi, bukan akhir dari proses pengawasan,” ujar Alexander dalam keterangannya, dikutip Minggu, (1/2/2026).
Lewat surat resmi kepada Komdigi, X Corp menyatakan telah menerapkan sejumlah langkah penanganan berlapis atas penyalahgunaan layanan Grok. Langkah ini meliputi penguatan pelindungan teknis, pembatasan akses terhadap fitur tertentu, penajaman kebijakan dan penegakan aturan internal, serta aktivasi protokol respons insiden.
“Normalisasi ini disertai pemantauan dan evaluasi berkelanjutan. Jika dalam pelaksanaannya ditemukan ketidakkonsistenan atau pelanggaran lanjutan, Kemkomdigi tidak akan ragu mengambil tindakan korektif, termasuk menghentikan kembali akses layanan,” katanya.
Kemkomdigi mencatat komitmen X Corp untuk terus bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dalam memenuhi kewajiban hukum sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) dan menjaga ekosistem digital yang bertanggung jawab.
“Dialog konstruktif tetap kami buka, tetapi kepatuhan terhadap hukum Indonesia adalah kewajiban. Normalisasi layanan bukan titik akhir, melainkan bagian dari proses pengawasan negara yang berkelanjutan,” ujar Alexander.
Sebelumnya, pada Sabtu (10/1/2026), pemerintah lewat Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memutus sementara akses terhadap fitur artificial intelligence (AI) Grok di aplikasi X (sebelumnya Twitter) milik Elon Musk.
Pemutusan sementara itu dilakukan untuk melindungi perempuan, anak, dan masyarakat dari risiko konten pornografi palsu yang dihasilkan Grok
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Farida Susanty
Masuk tirto.id





























