Menuju konten utama

Kisah 7 Anjing di China Kabur dari Penculik & Berjalan 17 Km

Kronologi 7 anjing di China berjalan 17 kilometer usai kabur dari para penculiknya. Mereka berjalan kembali ke pemilik, dipimpin seekor corgi.

Kisah 7 Anjing di China Kabur dari Penculik & Berjalan 17 Km
Anjing yang dicuri dari pemiliknya menjadi viral setelah melarikan diri dari truk pengangkut ilegal dan berhasil pulang. (Sumber: X/@Yoda4ever)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Di Changchun, China sebuah pemandangan tak biasa mendadak menyita perhatian publik yaitu ketika tujuh ekor anjing berjalan bersama.

Momen yang terekam dan viral ini kemudian membuka kisah mengharukan tentang kronologi ketujuh anjing tersebut diduga kabur dari penculik dan telah berjalan sepanjang 17 kilometer.

Cerita tentang tujuh anjing yang berjalan bersama ini berhasil menarik perhatian publik di China hingga videonya mendapatkan 230 juta views setelah diunggah di platform Douyin.

Kronologi 7 Anjing di China Kabur Dari Penculik & Berjalan 17 Km Kembali ke Pemilik

Kisah ini bermula pada 16 Maret ketika seorang warganet bermarga Lu merekam pemandangan tak biasa di sebuah jalan raya sibuk di kota Changchun, provinsi Jilin, China.

Dalam video tersebut, terlihat tujuh anjing peliharaan berjalan bersama secara terorganisir, seolah sedang dalam perjalanan jauh.

Yang paling mencolok, beberapa anjing tampak melindungi seekor German Shepherd yang terluka di tengah rombongan, sedangkan seekor Corgi di bagian depan terus menoleh ke belakang untuk memastikan tidak ada yang tertinggal.

Rombongan ini juga terdiri dari Golden Retriever, Labrador Retriever, dan Pekingese, yang semuanya tampak bergerak kompak seperti kelompok yang sudah lama saling mengenal.

Lu mencoba beberapa kali mengarahkan mereka ke tempat aman, namun gagal, sehingga ia mengunggah video tersebut ke platform Douyin untuk meminta bantuan publik dan otoritas setempat.

Setelah video itu viral, perhatian masyarakat meningkat dan pihak penyelamat hewan lokal, Bitter Coffee Stray Dog Base, segera turun tangan. Mereka mengungkap bahwa ketujuh anjing tersebut berasal dari satu desa yang sama dan biasanya berkeliaran bersama.

Menyadari potensi bahaya yang dihadapi anjing-anjing itu, para relawan bahkan menggunakan drone untuk melacak posisi mereka dan membantu proses evakuasi.

Dalam proses ini muncul dugaan bahwa anjing-anjing tersebut sebelumnya telah dicuri oleh pelaku yang bekerja untuk bisnis daging anjing, dan kemungkinan berhasil melarikan diri dari kendaraan pengangkut, meskipun tidak ada saksi yang melihat langsung momen pelarian tersebut.

Perjalanan pulang anjing-anjing ini terbilang luar biasa, mengingat jarak antara jalan raya tempat mereka pertama kali terlihat dengan desa asal mereka mencapai sekitar 17 kilometer.

Selama perjalanan, mereka juga sempat terlihat melintasi ladang dan area terbuka, tetap mempertahankan formasi kelompok mereka.

Pada 19 Maret, seorang relawan mengonfirmasi kepada media bahwa seluruh anjing akhirnya berhasil kembali ke pemilik masing-masing yang berasal dari tiga keluarga yang berbeda.

“Kami sangat beruntung mereka kembali, dan tidak dimakan,” ujar salah satu pemilik anjing tersebut seperti dikutip South China Morning Post (23/3/2026).

Kasus ini juga menyoroti isu yang lebih luas di China, di mana pencurian anjing masih terjadi di beberapa wilayah seperti Changchun, Harbin, dan Dalian, terutama karena permintaan dari industri daging anjing yang masih bertahan di sebagian daerah, khususnya saat musim dingin.

Organisasi seperti Dalian Animal Protection Association menjelaskan bahwa karena biaya beternak anjing cukup tinggi, banyak pelaku usaha memilih cara ilegal seperti mencuri hewan peliharaan atau menangkap anjing liar.

Secara hukum, pencurian anjing memang termasuk tindak kriminal, namun sayangnya belum ada larangan yang tegas terhadap konsumsi daging anjing, meskipun kota Shenzhen telah melarang konsumsi anjing dan kucing sejak 2020.

Baca juga artikel terkait VIRAL atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Sosial Budaya
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra