Menuju konten utama

Khutbah Jumat 29 Agustus 2025 Rabiul Awal Maulid Nabi Muhammad

Khutbah Jumat 29 Agustus 2025 bulan Rabiul Awal membahas tema tentang peringatan Maulid Nabi Muhammad saw.

Khutbah Jumat 29 Agustus 2025 Rabiul Awal Maulid Nabi Muhammad
Ilustrasi Khutbah Idul Adha. foto/istockphoto

tirto.id - Khutbah Jumat 29 Agustus 2025 bertepatan dengan bulan Rabiul Awal 1447 Hijriah. Ini adalah bulan mulia yang diperingati umat Islam. Khutbah Jumat dapat mengangkat tema tentang Maulid Nabi Muhammad saw.

Rabiul Awal dikenal sebagai momentum berharga untuk menumbuhkan rasa cinta dan meneladani akhlak Nabi Muhammad saw. Caranya dengan mengenal lebih dalam keistimewaan Rasulullah. Umat islam dapat semakin memperkokoh iman sekaligus meneladani beliau sebagai suri teladan baik.

Selain itu, hari Jumat sendiri memiliki kedudukan istimewa sebagai Sayyidul Ayyam yang berarti penghulu hari penuh berkah. Maka, khutbah Jumat bertema Maulid Nabi mampu menghadirkan pelajaran positif bagi seluruh jamaah untuk memperkuat iman dan mempererat kecintaan kepada Rasulullah saw.

Khutbah Jumat 29 Agustus 2025 Rabiul Awal Maulid Nabi Muhammad

Berikut merupakan contoh Khutbah Jumat khusus bulan Rabiul Awal bertema keistimewaan Nabi Muhammad saw di dalam Al-Qur’an:

Khutbah I

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

لحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللهِ شَهِيْدًا، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا وَسِرَاجًا وَمُنِيْرًا وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ،

أَمَّا بَعْدُ:فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، وَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَمَنْ يَّتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَايَحْتَسِبُ، وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah.......

Mengawali khutbah Jumat yang penuh keberkahan, marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan melaksanakan seluruh kewajiban dan menjauhi larangan-Nya.

Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw, nabi terakhir yang diutus untuk menyampaikan risalah islamiyah sebagai petunjuk dan pedoman umat islam hingga akhir zaman.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah.......

Tema khutbah kali ini adalah keistimewaan Nabi Muhammad saw sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an.

Nabi Muhammad saw adalah nabi terakhir yang diutus oleh Allah Swt. ke bumi untuk menyempurnakan akhlak manusia. Rasul dikenal sebagai sosok yang lembut tutur katanya, baik, berakhlak mulia, dan cerdas.

Keistimewaan Rasulullah termaktub dalam ayat-ayat Al-Qur'an. Keistimewaan dan kemuliaan Nabi Muhammad yang pertama disebut dalam QS. Al Anbiya ayat 107:

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ

Artinya : “Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam”

Ayat ini menunjukkan bahwa kehadiran Rasulullah bukan hanya rahmat bagi umat islam, melainkan juga bagi seluruh manusia bahkan semesta alam. Imam Ath-Thabari dalam tafsirnya yang mengutip Ibnu Abbas menjelaskan bahwa Rasulullah diutus sebagai wujud kasih sayang Allah.

Bagi orang beriman rahmat itu berupa surga, sementara bagi lainnya rahmat berupa tertundanya azab. Kelahiran dan kehadiran Nabi Muhammad menjadi sebuah karunia besar yang harus kita syukuri dan rayakan terlebih pada bulan kelahiran beliau yaitu bulan Rabiul Awal.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah.......

Keistimewaan Nabi Muhammad yang kedua disebut dalam Surah Al Ahzab ayat 56, yaitu:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Artinya : “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

Ayat ini menegaskan betapa mulia kedudukan Rasulullah, sehingga Allah dan para malaikat-Nya pun bershalawat kepadanya. Karena itu, umat manusia dianjurkan bershalawat “Allāhumma ṣalli ‘alā sayyidina Muḥammad” sebagai wujud doa agar diberi rahmat. Sedangkan shalawat dari malaikat berarti memohon ampunan, dan shalawat dari Allah sebagai pemberian rahmat.

Selanjutnya, keistimewaan Nabi Muhammad saw termaktub dalam Surah Al Ahzab ayat 40:

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ اَبَآ اَحَدٍ مِّنْ رِّجَالِكُمْ وَلٰكِنْ رَّسُوْلَ اللّٰهِ وَخَاتَمَ النَّبِيّٖنَۗ وَكَانَ اللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا

Artinya : “Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang diantara kamu, melainkan dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Allah Maha mengetahui segala sesuatu”

Kemudian dalam Qs As Saff ayat 9 juga menyebutkan:

هُوَ الَّذِيْٓ اَرْسَلَ رَسُوْلَهٗ بِالْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖۙ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ

Artinya: “Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan (membawa petunjuk dan agama yang benar agar dia mengunggulkan atas semua agama walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai”.

Nabi Muhammad merupakan Nabi terakhir yang diturunkan Allah untuk menyempurnakan ajaran-ajaran yang telah dibawa para Nabi sebelumnya. Sehingga agama Islam menjadi agama yang paling sempurna yang harus dijadikan pedoman.

Keistimewaan Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir harus diyakini dan tidak ada seorangpun yang dapat mengaku sebagai Nabi utusan Allah setelah Rasulullah muhammad.

Jamaah Jumat rahimakumullah.......

Nabi Muhammad saw diutus oleh Allah sebagai nabi terakhir untuk memberikan petunjuk dan menyempurnakan agama lainnya yang patut kita teladani dari seluruh aspek diri dan kehidupannya baik dalam akhlak, perilaku, hingga perkataan baik.

Rasulullah sebagai suri teladan baik disebutkan dalam Surah Al – Ahzab ayat 21 sebagai berikut:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ

“Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta banyak mengingat Allah.”

Semasa kehidupan Rasulullah, beliau dikenal sosok yang paling pantas diteladani. Nabi Muhammad mengajarkan kasih sayang dan memaafkan kepada sesama. Banyak kisah yang meriwayatkan tentang kemuliaan akhlak dan pribadi nabi.

Tidak hanya ditunjukkan kepada kerabat terdekatnya, namun akhlak mulia rasulullah turut ditunjukkan kepada orang-orang yang membencinya.

Demikian khutbah Jumat tentang keistimewaan Rasulullah saw. Semoga materi yang telah disampaikan dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Setelah kita mengetahui keistimewaan Rasulullah, hal ini dapat menjadi langkah awal untuk selalu bershalawat, meneladani, dan menambah kecintaan kita kepada Nabi Muhammad saw. Amiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

Shalat Jumat di Masjidil Haram

Jamaah calon haji bersiap melaksanakan Shalat Jumat di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat (9/5/2025). Jamaah calon haji dari berbagai negara sudah sampai di Kota Makkah menjelang puncak ibadah haji yang diperkirakan jatuh pada 5-6 Juni mendatang. ANTARA FOTO/Andika Wahyu/agr

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتْ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ بِرَحْمَتِكَ

يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَ نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ

يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Baca juga artikel terkait KHUTBAH JUMAT atau tulisan lainnya dari Mar'atus Sholikhah

tirto.id - Edusains
Kontributor: Mar'atus Sholikhah
Penulis: Mar'atus Sholikhah
Editor: Beni Jo