tirto.id - Teks khutbah Jumat 11 September 2026 dapat digunakan sebagai acuan bagi para khatib. Contoh teks khutbah Jumat membahas tema tentang menyambut bulan Rabiulakhir 1448 Hijriah (H).
Direktorat Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Ri telah merilis kalender Hijriah selama tahun 2026. Bulan Rabiulawal 1448 H berakhir pada Sabtu, 12 September 2026.
Kemudian, tanggal 1 Rabiulakhir 1448 H jatuh pada Minggu, 13 September 2026. Sementara itu, akhir bulan tanggal 30 September 2026 bertepatan dengan 18 Rabiulakhir 1448 H.
Memasuki bulan Rabiulakhir, umat Islam mengenal salah satu bulan penting dalam penanggalan Hijriah. Rabiulakhir tak kalah istimewa dengan bulan-bulan lainnya dengan disertai berbagai keutamaan.
Teks Khutbah Jumat 11 September 2026 Menyambut Awal Rabiulakhir
Bulan Rabiulakhir merupakan bulan keempat dalam kalender Hijriah. Salah satu peristiwa besar pada bulan Rabiulakhir adalah turunnya surat Al-Hasyr yang berarti pengusiran.
Turunnya surat ini dilatarbelakangi oleh upaya pembunuhan Rasulullah saw yang dilakukan oleh kaum Yahudi Bani Nadhir. Kaum inilah yang pertama dikumpulkan dan diusir dari Madinah.
Selain itu, ada pula peristiwa pengutusan Khalid ibn al-Walid oleh Rasulullah saw kepada Bani al-Harits ibn Ka'b pada tahun 10 Hijriah. Karena perjuangan Khalid, mereka masuk Islam di hadapannya.

Teks khutbah jumat untuk salat Jumat pada 11 September 2026 akan membahas keistimewaan-keistimewaan selama menyambut bulan Rabiulakhir 1448 H. Berikut ini contoh teks khutbah jumat 11 September 2026:
Khutbah I
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ،وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ،
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ.
اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى; يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَاٰمِنُوْا بِرَسُوْلِهٖ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِنْ رَّحْمَتِهٖ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ نُوْرًا تَمْشُوْنَ بِهٖ وَيَغْفِرْ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌۙ
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah ….
Mari kita tingkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wata'ala. Selain itu, tunaikan segala kewajiban dan tinggalkan segala larangan-Nya.
Semoga kita menjadi pribadi yang senantiasa dirahmati Allah dan tergolong sebagai hamba yang beriman. Tak lupa, selawat serta salam kita panjatkan kepada junjungan kita, Rasulullah saw yang senantiasa kita nantikan syafaatnya kelak di hari akhir.
Hadirin jemaah Jumat yang dimuliakan Allah …
Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Rabiulakhir, bulan yang istimewa bagi umat Islam. Pada bulan ini, kita juga dianjurkan untuk melakukan beberapa amalan sunah.
Amalan yang paling pertama bisa kita lakukan adalah meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. Selanjutnya, kita dapat memanfaatkan bulan Rabiulakhir untuk memperkuat hubungan dengan Allah Swt.
Salah satunya adalah meningkatkan kualitas ibadah. Dengan pelan-pelan, kita bisa berusaha untuk lebih khusyuk dalam beribadah, memahami makna ibadah yang kita lakukan, serta menunaikannya secara sempurna.
Para jemaah yang dirahmati Allah ….
Kita juga bisa meningkatkan kedekatan dengan Allah dengan membaca Al-Qur'an, kitab suci umat Islam. Dengan membaca Al-Qur'an, kita bisa memahami ajaran Islam.
Tak lupa, kita juga bisa senantiasa meningkatkan keimanan dengan berzikir. Zikir merupakan kegiatan mengingat Allah dan bisa dilakukan dengan membaca tasbih, tahlil, dan sebagainya.
Zikir juga bisa membantu kita untuk lebih tenang dan damai sebab ingat bahwa selalu ada Allah, sebagaimana firman Allah:
فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِࣖ ١٥٢
fadzkurûnî adzkurkum wasykurû lî wa lâ takfurûn
Artinya:"Maka, ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku." (QS Al-Baqarah: 152)
Hadirin jemaah yang dirahmati Allah ….
Menyambut bulan mulia Rabiulakhir, kita juga dapat mengingat bahwa ada beberapa peristiwa penting yang terjadi di bulan Rabiulakhir. Beberapa peperangan di zaman Nabi Muhammad saw terjadi di bulan Rabiulakhir.
Namun, peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah saw adalah peperangan yang dilakukan untuk membela diri. Ketika di Mekah, Allah Swt. memerintahkan Nabi untuk tidak melawan. Baru setelah hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad saw. dan pengikutnya diizinkan untuk berperang melawan orang-orang kafir.
Hal tersebut dijelaskan dalam Al-Qur'an surat Al-Hajj ayat 39:
اُذِنَ لِلَّذِيْنَ يُقَاتَلُوْنَ بِاَنَّهُمْ ظُلِمُوْاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ عَلٰى نَصْرِهِمْ لَقَدِيْرٌۙ ٣٩
udzina lilladzîna yuqâtalûna bi'annahum dhulimû, wa innallâha ‘alâ nashrihim laqadîr
Artinya:"Diizinkan (berperang) kepada orang-orang yang diperangi karena sesungguhnya mereka dizalimi. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuasa membela mereka,".

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Selain untuk membela diri, peperangan tersebut bertujuan memberikan pelajaran terhadap musuh. Peperangan itu dilakukan sebagai penertiban atau penghukuman agar perjanjian yang telah dilakukan tidak dilanggar. Kemudian, peperangan juga dilakukan untuk menggagalkan rencana musuh yang mengancam keselamatan kaum muslim.
Tak hanya diizinkan berperang, Allah juga berfirman kepada Nabi Muhammad saw untuk menjadi pelindung semua golongan, termasuk mereka yang berbeda agama. Ini termuat dalam Al-Qur'an surat At-Taubah ayat 6:
وَاِنْ اَحَدٌ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَ اسْتَجَارَكَ فَاَجِرْهُ حَتّٰى يَسْمَعَ كَلٰمَ اللّٰهِ ثُمَّ اَبْلِغْهُ مَأْمَنَهٗۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْلَمُوْنَࣖ ٦
wa in aḫadum minal-musyrikînastajâraka fa ajir-hu ḫattâ yasma‘a kalâmallâhi tsumma abligh-hu ma'manah, dzâlika bi'annahum qaumul lâ ya‘lamûn
Artinya:"Jika seseorang di antara orang-orang musyrik ada yang meminta pelindungan kepada engkau (Nabi Muhammad), lindungilah dia supaya dapat mendengar firman Allah kemudian antarkanlah dia ke tempat yang aman baginya. (Demikian) itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengetahui,".
Maka dari itu, penting bagi kita untuk mempelajari sejarah dan mengerti alasan mengapa sebuah peristiwa terjadi. Tak lain, hal itu agar kita tidak salah dalam memahami sejarah dan bisa mengambil ibrah atau hikmah dari peristiwa-peristiwa tersebut.
Semoga kita dapat memanfaatkan waktu dan tenaga secara maksimal di bulan Rabiulawal untuk memperbanyak ibadah serta merenungi hal-hal yang membawa kita pada kebaikan dan keselamatan. Sekaligus senantiasa meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah II
الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ أَمَّا بَعْدُ.فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰ لِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ، اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ.عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَر.ِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ
Pembaca bisa mengakses artikel seputar khutbah Jumat melalui tautan berikut ini:
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id





































