tirto.id - Contoh teks khutbah Jumat 2 Oktober 2026 bisa digunakan sebagai acuan para khatib. Simak contoh teks khutbah Jumat yang bertema “Islam dalam Pancasila”.
Masyarakat Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila setiap tanggal 1 Oktober. Peringatan ini menandai pentingnya ideologi bangsa sebagai landasan kehidupan bernegara dan bermasyarakat.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 dilakukan dengan berbagai cara. Bentuk peringatan bisa berupa upacara bendera di lembaga/instansi dan satuan pendidikan beserta kegiatan lain.
Sementara itu, pengamalan sila dalam Pancasila tidak hanya dilakukan pada hari-hari besar peringatan dasar negara tersebut. Masyarakat Indonesia dapat senantiasa menanamkan sila-sila dalam kehidupan sehari-hari.
Khutbah Jumat 2 Oktober 2026 Tentang Islam dalam Pancasila
Bentuk pengamalan sila dalam Pancasila tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai Islam. Pasalnya, kelima sila Pancasila selaras dengan ajaran Islam dan bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan mengamalkan sila-sila dalam Pancasila, umat Islam dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama muslim. Selain itu, Pancasila juga bisa memperkuat ukhuwah wathaniyah atau persaudaraan kebangsaan.
Teks khutbah Jumat 2 Oktober 2026 bertema “Islam dalam Pancasila”. Berikut ini contoh teks khutbah jumat sebagai acuan yang bisa digunakan para khatib:
Khutbah I
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِوَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ
اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى; يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَاٰمِنُوْا بِرَسُوْلِهٖ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِنْ رَّحْمَتِهٖ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ نُوْرًا تَمْشُوْنَ بِهٖ وَيَغْفِرْ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌۙ
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah ….
Mari senantiasa kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wata'ala. Mari tunaikan segala kewajiban dan tinggalkan segala larangan-Nya.
Semoga kita senantiasa dilimpahi rahmat Allah serta tergolong sebagai hamba yang beriman. Tak lupa, selawat serta salam kita panjatkan kepada junjungan kita, Rasulullah saw., yang kita nantikan syafaatnya kelak di hari akhir.
Hadirin jemaah Jumat yang dirahmati Allah ….
Pancasila merupakan dasar negara yang menjadi ideologi untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. Kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026.
Sebagai warga negara, sudah sepatutnya kita mengamalkan nilai-nilai dalam Pancasila. Terlebih, sila-sila Pancasila selaras dengan ajaran Islam, mulai dari ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, hingga keadilan sosial.
Dengan mengamalkan Pancasila, kita merawat persaudaraan dengan sesama manusia sebangsa atau ukhuwah wathaniyah. Selain itu, kita sekaligus merawat persaudaraan sesama muslim atau ukhuwah islamiyah.
Hadirin jemaah Jumat yang dimuliakan Allah ….
Kita mengenal sila pertama berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Sila ini menegaskan pentingnya fondasi ketuhanan dalam kehidupan berbangsa. Kita kerap membaca tentang keesaan Tuhan dalam surah Al-Ikhlas yang berbunyi:
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌ ۚ ١ اَللّٰهُ الصَّمَدُ ۚ ٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ ۙ ٣ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌࣖ ٤
Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Dialah Allah Yang Maha Esa’ (1); Allah tempat meminta segala sesuatu (2); Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan (3); serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya (4).”
Melalui surat tersebut, kita diingatkan kembali akan keesaan Allah. Ini sesuai dengan sila pertama Pancasila agar kita mengingat suatu bentuk kekuasaan tertinggi, yakni Tuhan, sehingga menjadi manusia yang beriman dan bertakwa.
Selain itu, surah Al-Baqarah ayat 163 juga berisi hal serupa.
وَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ ۚ لَآاِلٰهَ اِلَّا هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُࣖ ١٦٣
Artinya: “Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada Tuhan selain Dia Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”
Hadirin yang dirahmati Allah ….
Dalam sila kedua Pancasila, kita belajar mengenai kemanusiaan. Nilai kemanusiaan juga penting dalam kehidupan berbangsa agar kita bisa senantiasa memanusiakan manusia dan mewujudkan peradaban yang manusiawi.
Islam juga mengajarkan pentingnya menghormati hak asasi manusia dan bersikap adil tanpa memandang suku, ras, atau perbedaan antarmanusia. Kita diajarkan untuk senantiasa menjaga tingkah laku kita di hadapan sesama manusia, dengan apa pun jabatannya, yang kita kenal dengan adab.
Allah Swt. berfirman dalam surah Al Hujurat ayat 13:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ ١٣
Artinya: “Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti.”
Manusia memang diciptakan dengan segala perbedaan. Namun, sesama manusia terikat dengan ikatan kemanusiaan sehingga saling memahami adanya hak asasi manusia yang perlu dilindungi.
Hak asasi manusia perlu dilindungi dengan memperlakukan manusia secara adil dan tidak membeda-bedakan atau mengistimewakan golongan tertentu. Hal ini juga dijelaskan dalam surah Al-Maidah ayat 8:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْا ۗ اِعْدِلُوْا ۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰى ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ٨
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Kemudian, kemanusiaan inilah yang juga berkaitan dengan persatuan. Ikatan persatuan bisa dibangun dengan perasaan senasib sepenanggungan sebab sebuah bangsa mengalami penderitaan yang sama akibat penjajahan.
Namun, persatuan yang diikat oleh kemanusiaan akan kekal karena memiliki hubungan sebab-akibat. Karena menganggap orang lain sebagai manusia, seseorang akan memanusiakannya. Jika satu orang menderita, orang lain akan membantu karena dia juga manusia. Hal yang sama akan kembali pada dirinya jika sesama manusia mengerti hal ini.
Jika manusia bersatu dengan segala perbedaan, hanya dilandasi oleh kemanusiaan, kita akan bisa melawan kekuatan yang hanya bisa dilawan oleh persatuan tersebut, seperti kezaliman dan penindasan.
Ini selaras dengan QS Ali ‘Imran ayat 103. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖ وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًا ۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ ١٠٣
Artinya: “Berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. (Ingatlah pula ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.”
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah ….
Persatuan selalu diuji dengan perbedaan, dan cara untuk mengatasi perbedaan itu salah satunya dengan komunikasi. Dalam kehidupan berbangsa, segala perbedaan bisa dikomunikasikan melalui agenda demokrasi.
Pancasila mengajarkan demokrasi melalui sila keempat. Ini selaras dengan ajaran Islam tentang demokrasi sebagai bentuk kemanusiaan ketika semua anggota memiliki hak yang sama, hak suara yang sama, untuk mengambil keputusan terbaik yang disepakati bersama.
Dalam Islam, demokrasi juga disebut musyawarah. Allah berfirman melalui surah Asy-Syra ayat 38:
وَالَّذِيْنَ اسْتَجَابُوْا لِرَبِّهِمْ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ ۖ وَاَمْرُهُمْ شُوْرٰى بَيْنَهُمْ ۖ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ ۚ ٣٨
Artinya: “(juga lebih baik dan lebih kekal bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhan dan melaksanakan salat, sedangkan urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah di antara mereka. Mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka;”
Selanjutnya, sila kelima mengajarkan keadilan sosial. Jika manusia memahami hak sesama dan menyadari bahwa setiap manusia memiliki kedudukan yang sama dan terikat dalam kemanusiaan dan persatuan, pada akhirnya akan tercipta keadilan sosial.
Ketimpangan yang terjadi hari ini sebagian darinya diakibatkan dari keserakahan karena mereka menganggap diri dan golongannya istimewa sehingga perlu mendapat lebih dengan mengambil hak orang lain.
Islam menolak ketimpangan dan kesalingan, dengan mengajarkan keadilan sosial melalui zakat, infak, serta anjuran untuk peduli terhadap sesama. Hal ini dijelaskan dalam surah An-Nahl ayat 90:
اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ ٩٠
Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat. Dia (juga) melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar kamu selalu ingat.”
Hadirin salat Jumat yang dimuliakan Allah ....
Semoga kita bisa mengamalkan sila-sila Pancasila yang selaras dengan ajaran Islam. Dengan begitu, kita bisa menjadi manusia, warga negara, sekaligus hamba yang beriman dan bertakwa, yang juga berperikemanusiaan.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah II
الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ أَمَّا بَعْدُفَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰ لِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ، اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ.عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَر.ِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ
Informasi lainnya seputar khutbah jumat dapat diakses melalui tautan berikut ini:
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id






































