tirto.id - Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini, mengapresiasi kiprah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI yang telah ikut menopang ketahanan ekonomi nasional selama 79 tahun. Menurut Anggia, BNI telah terbukti menjadi penggerak ekonomi bangsa sejak era awal kemerdekaan Indonesia.
"Selamat ulang tahun ke-79 kepada BNI, bank kebanggaan Indonesia yang telah menemani perjalanan bangsa sejak awal kemerdekaan," kata Anggia melalui pernyataan resminya.
Anggia menilai peran BNI begitu penting, bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga institusi strategis untuk memperkuat ketahanan finansial nasional. Peran krusial itu terlihat sejak BNI menerbitkan Oeang Republik Indonesia (ORI), bertransformasi jadi bank devisa, hingga tercatat dalam sejarah sebagai BUMN perbankan pertama yang melantai di bursa.
"Transformasi BNI dari penerbit ORI menjadi bank devisa hingga menjadi perusahaan publik pertama di sektor perbankan BUMN merupakan bukti ketangguhan BNI dalam menjawab dinamika zaman," kata Anggia.
Dia juga mengapresiasi langkah BNI mendorong transformasi digital dan inklusi keuangan, termasuk melalui penyediaan layanan digital dengan platform wondr by BNI. Menurut dia, inovasi layanan digital ini mampu menjangkau generasi muda dan masyarakat di pelosok yang belum terlayani oleh sistem keuangan formal.
"Platform digital seperti wondr by BNI menjadi bukti keseriusan BNI menjawab tantangan era digital tanpa meninggalkan komitmen terhadap inklusi keuangan," dia menambahkan.
Anggia berharap transformasi tersebut berpijak pada prinsip keadilan sosial. Sebagai BUMN, BNI mengemban peran sebagai pelopor dalam memastikan layanan keuangan yang inklusif dan memberdayakan, terutama bagi kelompok rentan dan termarjinalkan.
"Layanan keuangan tidak boleh hanya dinikmati oleh yang sudah mapan. Komitmen terhadap inklusi harus ditunjukkan melalui kebijakan afirmatif—misalnya dengan memperluas akses pembiayaan bagi perempuan pelaku usaha mikro, menghadirkan layanan ramah disabilitas di seluruh cabang, dan program edukasi keuangan bagi anak muda dan remaja di daerah tertinggal," ujar dia.
Anggia pun mendorong agar seluruh layanan digital dan cabang fisik BNI memenuhi standar aksesibilitas universal, dengan didukung oleh petugas yang memahami perspektif gender dan difabel. Selain itu, ia menekankan pentingnya BNI menyediakan produk keuangan yang peka terhadap kebutuhan sosial masyarakat.
Dia mengingatkan, "Keberpihakan sosial bukan sekadar pilihan program, melainkan ruh dari fungsi BUMN sebagai agen pembangunan."
Program penguat loyalitas nasabah, seperti Rejeki wondr BNI, juga mendapatkan penilaian positif. Anggia menilai program itu bisa menguatkan relasi antara BNI dan para nasabahnya sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi keuangan milik negara.
Mengakhiri penuturannya, Anggia mengharapkan BNI bisa terus mengambil peran strategis dalam membangun ekonomi nasional, memperluas layanan keuangan berbasis nilai sosial, serta menjadi pelopor inovasi, keberpihakan, dan transformasi kelembagaan.
"Dirgahayu BNI. Jadilah mitra strategis negara dalam menghadirkan sistem keuangan yang tak hanya tangguh secara digital, tetapi juga adil secara sosial—yang berpihak pada perempuan, anak, penyandang disabilitas, serta seluruh masyarakat yang selama ini belum terlayani secara layak," ujar Anggia memungkasi pernyataannya.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id

































