tirto.id - Kesaksian baru terungkap dari satpam kompleks rumah dinas Haerul Saleh terkait kebakaran yang merenggut nyawa Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tersebut.
Satpam yang enggan disebutkan identitasnya itu menyatakan bahwa saat kejadian, Haerul Saleh tidak bersama tiga atau empat orang, melainkan hanya berdua dengan satu orang kepercayaannya di dalam ruang kerja di lantai empat rumah tersebut.
Satpam yang mengaku dekat dengan keluarga Haerul itu memberikan kronologi berbeda dari kabar yang beredar. Ia menjelaskan bahwa informasi kebakaran ia terima sekitar pukul 07.55 WIB, Jumat (8/5/2026).
“Pokoknya jam 8 kurang. Kurang 5 menit kalau gak salah,” katanya saat ditemui di Kompleks Tanjung Barat Indah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (9/5/2026).
Saat itu, terdengar teriakan minta tolong dari dalam rumah. Security pribadi Haerul yang, ditugaskan dari BPK, berjaga di depan rumah segera melapor ke pos jaga di depan gerbang kompleks.
“Kita lihat ada yang teriak sini sama security. Terus security laporan ke depan. Kita membantu bahwa asap sudah kelihatan besar,” ucapnya.
Namun, satpam tersebut mengungkapkan bahwa di dalam ruang kerja hanya ada dua orang, Haerul dengan satu orang kepercayaannya berinisial YT, bukan berempat dengan asisten rumah tangga (ART) seperti dikabarkan sebelumnya.
“Bapak ada di dalam, berdua. Setelah kebakaran baru bertiga sama yang lainnya memadamkan,” ucapnya.
“Bukan bertiga, bukan berempat ya? Kalau yang saya tahu cuma berdua. Saudaranya itu,” tambahnya.
Dia menjelaskan bahwa YT merupakan orang yang dekat dengan Haerul, dan masih hitungan kerabat, sama-sama berasal dari Sulawesi Selatan. Sedikitnya ada tiga orang kerabat Haerul dari Sulawesi Selatan yang diajak bekerja dengannya.
“Sudaranya bapak. Yang tahunya, makanya lebih detailnya itu Bang YT,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, sesaat setelah kabar kebakaran terjadi, proses pemadaman dilakukan secara bahu-membahu menggunakan 14 tabung apar (alat pemadam api ringan) yang dikumpulkan dari tetangga.
Satpam bersama rekan-rekannya, termasuk tiga orang kepercayaan Haerul melakukan pemadaman awal sebelum pemadam kebakaran tiba.
“Saya yang memadamkan api. Bahu-membahu bawa Apar. Apar itu yang kita pakai 14 apar. Kita pinjam sama tetangga-tetangga juga aparnya,” jelasnya.
Pemadam kebakaran tiba dalam kondisi asap yang masih besar. Total lima mobil pemadam dikerahkan.
“Pemadam kebakaran kita telepon, ambulan kita telepon, kemudian pemadam kebakaran langsung sigap. Menangani api langsung secara cepat. Alhamdulillah bisa ditangani dengan rapi,” katanya.
Api baru dapat dikendalikan sekitar setengah jam hingga satu jam kemudian. Haerul berhasil dievakuasi saat situasi masih pelik. “Setelah itu, agak padam apinya sedikit ya. Bapak baru ditarik dibawa ke bawah. Itu bapak masih ada napasnya,” kenang satpam.
Korban langsung dilarikan menggunakan ambulans ke rumah sakit terdekat di RSUD Pasar Minggu. “Ternyata Allah kehendak. Bapak sudah meninggal. Sudah berusaha di rumah sakit,” ujarnya.
Namun begitu, ia mengaku tidak melihat langsung kobaran api karena posisinya berada di bawah tangga membantu mengangkat air. Yang berada di lantai atas saat pemadaman adalah orang-orang kepercayaan Haerul.
“Saya tidak lihat apinya. Hanya asap,” tuturnya.
Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Selatan, I Putu Yuni, mengungkapkan bahwa saat kejadian Anggota BPK itu sedang berada bersama tiga asisten rumah tangga di lantai 4.
Namun, polisi masih mendalami bagaimana ketiga ART tersebut bisa selamat sementara Haerul Saleh meninggal dunia.
"Nah itu makanya, kita dalami dulu peristiwa itu," katanya di lokasi, Jumat.
Polisi juga masih menyelidiki apakah korban sempat terjebak di dalam ruangan saat api membesar. Saat ini, tim identifikasi dan Puslabfor Mabes Polri tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lantai 4.
"Itu makanya kita dalami di lokasi, olah TKP lagi sedang dilaksanakan di atas. Persesuaian keterangan saksi dan alat bukti nanti bisa menjelaskan semuanya," jelas Putu.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































