Menuju konten utama

Kepanikan Warga Gorontalo Utara saat Ada Peringatan Tsunami

Peringatan tsunami muncul usai adanya gempa magnitudo 7,7 di pantai selatan Mindanao, Filipina, Senin (8/6/2026).

Kepanikan Warga Gorontalo Utara saat Ada Peringatan Tsunami
Ilustrasi Gempa Bumi. FOTO/iStock

tirto.id - Gempa bumi susulan berkekuatan magnitudo 6,0 terjadi di wilayah Laut Sulawesi pada Senin pukul 07.55 WIB, dengan getaran yang dirasakan hingga ke wilayah Kabupaten Gorontalo Utara.

Kepala Stasiun Geofisika Gorontalo, Dr. Andri Wijaya, mengatakan gempa berpusat di Tahuna, Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara.

Ia mengatakan hingga saat ini peringatan tsunami masih berlaku, dengan pemutakhiran data masih berada pada status Peringatan Dini (PD) 3.

Gempa ini merupakan gempa susulan usai terjadinya gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah pantai selatan Mindanao, Filipina, Senin (8/6/2026) pagi.

Warga Gorontalo Utara, Hamid Rauf, mengaku kepanikan sempat terjadi khususnya di wilayah Dusun Pelabuhan, Desa Katialada, Kecamatan Kwandang.

"Kami takut dengan adanya peringatan tsunami, saya sempat menghentikan sementara aktivitas untuk mengucap doa, apalagi sempat merasa pusing dan khawatir," kata Hamid, seorang penjual ikan keliling, dilansir dari Antara, Senin (8/6/2026).

Warga lainnya, Iskandar mengatakan pihaknya terus memantau kondisi air laut di Pelabuhan Kwandang. Sebagian warga di pesisir tersebut sudah mulai melakukan evakuasi mandiri.

"Informasi yang beredar terkait siaga status tsunami membuat warga tidak menunggu lagi informasi lanjutan dari pemerintah namun telah berangsur-angsur melakukan evakuasi mandiri tanpa kepanikan," katanya.

Ervina, guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Gorontalo Utara mengatakan pihak sekolah juga telah memulangkan seluruh siswa.

"Bel panjang telah dibunyikan tanda anak-anak dapat pulang ke rumah mengingat banyak orang tua menghubungi kami selaku wali kelas untuk menyampaikan informasi terkini di sekolah. Alhamdulillah lingkungan sekolah kondusif namun anak-anak sudah dipulangkan," kata Ervina.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan sejumlah wilayah di Sulawesi dan Maluku Utara berstatus siaga tsunami setelah gempa tektonik magnitudo 7,7 mengguncang wilayah pantai selatan Mindanao, Filipina, Senin (8/6/2026) pagi.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami di sejumlah wilayah Indonesia.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini berpotensi tsunami dengan status Siaga di Minahasa, Bolaang Mongondow, Kota Manado, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Buol, Kepulauan Sangihe, Gorontalo, Kepulauan Talaud, Kepulauan Minahasa, Toli-Toli, Kota Palu, Donggala, Kota Ternate, dan Kota Bitung,” kata Faisal dalam konferensi pers yang ditayangkan secara daring, Senin (8/6/2026).

Selain wilayah berstatus Siaga, BMKG juga menetapkan status waspada di sejumlah daerah lain, yaitu di Kota Tidore, Bulungan, Nunukan, Halmahera, Kota Tarakan, Halmahera Utara, Kutai Timur, Minahasa Selatan, Kota Bontang, dan Berau.

Lanjut Faisal, BMKG menginstruksikan masyarakat di wilayah berstatus siaga untuk segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman dan lebih tinggi guna mengantisipasi potensi tsunami.

“Rekomendasi sebagai arahan daerah terancam dengan status ancaman untuk siaga yang sudah saya sebutkan tadi daerahnya, agar menjauhi pantai menuju tempat aman yang lebih tinggi,” kata Faisal.

Baca juga artikel terkait GEMPA

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Bayu Septianto