tirto.id - Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi khusus kepada Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, Anindya Bakrie, atas penamaan seri kendaraan listrik hasil produksi perusahaan tersebut.
Saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026), Presiden mengaku terkesan dengan pemilihan nama "Tidar" dan "Lokon". Kedua nama tersebut memiliki keterikatan historis yang sangat kuat dengan perjalanan hidup Prabowo.
"Apalagi kalian pilih nama seri Gunung Tidar. Kebetulan waktu muda saya dibesarkan di Lembah Tidar. Banyak kenangan saya di Tidar ini. Banyak kenangan saya di Magelang," ujar Prabowo dalam pidatonya.
Tidar merujuk pada Lembah Tidar di Magelang yang menjadi lokasi Akademi Militer tempat perjalanan karir Prabowo ditempa. Sementara itu, Lokon merujuk pada gunung di Minahasa yang merupakan tanah kelahiran sang ibunda.
Presiden memuji ketepatan strategi Anindya Bakrie dalam memberikan identitas lokal pada produk teknologi tersebut.
"Apalagi saudara pilih nama lagi seri kedua Lokon. Ibu saya dari Minahasa, jadi Gunung Lokon itu sangat terkenal di Minahasa," puji Prabowo yang disambut tepuk tangan hadirin.
Ia berseloroh bahwa tim riset Anindya telah melakukan riset yang sangat mendalam terkait latar belakang pribadinya.
"Ini intel-nya Pak Anin sangat bagus. Dia bisa pilih Gunung Kerinci, bisa pilih Semeru, dia pilih Tidar dan Lokon. Ini harus didukung," ujar Prabowo.
Dalam pidatonya, mantan Menhan RI ini menegaskan bahwa inisiatif yang dilakukan oleh kelompok usaha Bakrie merupakan bukti nyata kontribusi swasta dalam mendukung industrialisasi dan kemandirian bangsa.
Prabowo berharap PT VKTR dapat terus berkembang menjadi national champion yang mampu disejajarkan dengan produsen otomotif global.
"Langsung saya ingat, jadi ini Saudara Anindya memang visioner. Jadi mengerti, paham arah pembangunan yang harus kita jalankan. Jadi saya kira, walaupun memang bapakmu [Aburizal Bakrie] kawan saya, tapi saya kira hari ini dia juga cukup bangga," ucap Prabowo.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id






























