Menuju konten utama

Kenapa Canva Down Hari Ini & Apa Itu 505 Error Cloudflare?

Simak arti status 500 Internal Server Error Cloudflare di Canva. Cek penyebab masalah tersebut.

Kenapa Canva Down Hari Ini & Apa Itu 505 Error Cloudflare?
Pembuat Presentasi Ai Canva. (FOTO/canva.com)

tirto.id - Aplikasi desain grafis Canva dilaporkan mengalami down atau tidak bisa diakses pengguna pada Jumat (5/12/2025) sore. Pengguna melaporkan gangguan tersebut di media sosial, terutama melalui X (Twitter).

Tirto.id mencoba mengakses Canva melalui laman web di PC dan aplikasi desain tersebut hanya menampilkan status “500 Internal Server Error cloudflare”. Hal yang sama terjadi saat Tirto.id mencoba mengaksesnya melalui laman web di HP. Pun demikian dengan aplikasi mobile.

Berdasarkan status dalam laman Canva tersebut, masalah ini kemungkinan berasal dari Cloudflare. Selain Canva, sejumlah aplikasi atau situs lain juga mengalami gangguan, seperti LinkedIn, Ajaib, Pixif, dan lainnya.

Apa Itu 500 Internal Server Error Cloudflare di Canva?

Gangguan situs down akibat Cloudflare tidak hanya terjadi pada Jumat (5/12/2025) untuk aplikasi Canva. Masalah serupa sebelumnya terjadi pada bulan lalu, tepatnya pada Selasa (18/11/2025).

Hanya saja, gangguan Cloudflare ini tidak berdampak ke sejumlah aplikasi seperti X. Salah satu gangguan terbaru yang terjadi 18 November 2025, X menjadi salah satu apliksi yang terdampak gangguan Cloudflare.

Cloudflare merupakan jaringan global yang berfungsi sebagai perantara antara pengunjung dan server situs web. Melansir laman resminya, Cloudflare mengklaim bahwa mereka merupakan salah satu jaringan terbesar di dunia yang mengelola akses internet untuk bisnis, organisasi nirlaba, blogger, dan masih banyak lagi.

Sederhananya, cara kerja Cloudflare ialah menjadi perantara (reverse proxy) yang mengalihkan lalu lintas web. Dengan cara seperti itu, Cloudflare berfungsi untuk mengantisipasi server agar tidak kewalahan dan mogok.

Pasalnya jika suatu situs terlalu banyak permintaan masuk sekaligus, server tersebut dapat kewalahan dan mogok, menjadi tidak responsif terhadap siapa pun yang mencoba mengakses sumber daya yang di-hosting-nya.

“Cloudflare juga menyediakan keamanan dengan melindungi properti Internet dari aktivitas jahat seperti serangan DDoS , bot jahat , dan intrusi jahat lainnya,” tulis Cloudflare di laman milknya.

“Dan memungkinkan pemilik situs web untuk dengan mudah memasukkan aplikasi ke situs web mereka tanpa perlu menjadi pengembang,” tambah mereka.

Cloudflare menyebut, mereka menyediakan jasa agar situs web dan aplikasi digunakan lebih cepat dan aman.

Sampai saat ini, Cloudflare memiliki pusat data di lebih dari 330 kota di seluruh dunia Cloudflare, terhubung dengan jutaan properti internet, serta jaringan mereka diklaim bertambah puluhan ribu setiap harinya. Cloudflare mendukung permintaan internet untuk jutaan situs web dan melayani rata-rata 81 juta permintaan HTTP per detik.

Sementara itu, Cloudflare memuat status melalui lamannya pada Jumat pukul 15.56 WIB. Melalui status tersebut, Cloudflare menyebut bahwa pelanggan yang menggunakan Dashboard/API mungkin akan terdampak karena permintaan gagal dan/atau kesalahan muncul.

Pukul 16.09 WIB, Cludflare menjelaskan mereka sedang menyelidiki masalah dengan Cloudflare dan API terkait. “Kami terus menyelidiki masalah ini,” tulis status terbaru Cloudflare pada pukul 16.12 WIB.

Baca juga artikel terkait LAYANAN UMUM atau tulisan lainnya dari Dicky Setyawan

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Dicky Setyawan
Editor: Yantina Debora