tirto.id - Perusahaan yang menyediakan layanan cloud dan keamanan siber global, Cloudflare, mengalami down pada Selasa (18/11). Permasalahan tersebut menyebabkan tampilan Cloudflare error 500 di beberapa situs maupun platform di seluruh dunia.
Mengutip The Guardian, fungsi Cloudflare sendiri adalah menyediakan pusat pengolahan data, mengamankan situs dan email, melindungi data, serta mencegah adanya penyerangan kejahatan siber.
Cloudflare ini bisa menjadi sistem kekebalan sejumlah laman dan platform online. Kemudian, berfungsi juga sebagai pemutus ancaman daring yang setiap hari membayangi akses di internet.
Pihak terkait menjelaskan penyebab Cloudflare down sebagai "penurunan layanan internal" dan bug laten. Hal ini terjadi lantaran adanya lonjakan lalu lintas layanan pada pukul 11.20 waktu Inggris.
Rincian mengenai peningkatan lonjakan lalu lintas layanan belum dapat dipastikan, tetapi kejadiannya diduga berasal di wilayah Inggris. Perusahaan tersebut sudah menyelesaikan permasalahan Cloudflare error 505 sejak pukul 14.40 waktu setempat.
Daftar Website Terdampak Cloudflare Error 500
Melansir Independent UK, Cloudflare merupakan penyusun internet yang bisa memberikan pengalaman daring aktual dengan teknologi tinggi. Layanan cloud ini membantu situs tetap aman dan tetap online di tengah lalu lintas maya.
Mengutip laporan Newsweek, permasalahan layanan cloud kerap terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Cloudflare error 500 misalnya, mengakibatkan sejumlah situs maupun aplikasi terpaksa tidak bisa diakses masyarakat global.
Beberapa layanan maupun aplikasi yang mengalami error karena Cloudflare down mencakup Facebook, X, Spotify, Open AI, Canva, Uber, Mindbody, Politico, Axios, Moody's, NJ Transit, Shopify, Truth, Dropbox, dan Coinbase.
Masalah ini menyebabkan pula game online bertajuk League of Legends tidak bisa diakses. Seperti dilansir ABC News, layanan kecerdasan digital ChatGPT juga terdampak.
Selain itu, Cloudflare error 500 juga menyebabkan perusahaan kereta api nasional negara Prancis mengalami gangguan. Hal ini mengakibatkan keterlambatan informasi maupun jadwal.
Beberapa layanan penerbangan di bandara Melbourne, Brisbane, Perth, dan Adelaide juga sempat terganggu. Mengutip News AU, pengamat teknologi menjelaskan ini sebagai contoh mengkhawatirkan terkait kerentanan daring dan ketergantungan perusahaan terhadap layanan internet.
Untuk menyelesaikan masalah ini, pihak Cloudflare sempat mematikan sejumlah layanan di Inggris. Sekarang, fitur ini sudah berjalan normal dan terus dipantau perkembangannya.
"Kami telah melakukan perubahan yang memungkinkan Cloudflare Access dan WARP pulih. Tingkat kesalahan untuk pengguna Access dan WARP telah kembali ke tingkat sebelum insiden. Kami telah mengaktifkan kembali akses WARP di London," tulis perusahaan di halaman statusnya, dilansir dari Euro News.
Kendati demikian, pihaknya juga menginformasikan kemungkinan adanya beberapa gangguan yang akan dirasakan pengguna.
"Beberapa pelanggan mungkin masih mengalami masalah saat masuk atau menggunakan dasbor Cloudflare. Kami sedang berupaya memperbaiki masalah ini, dan terus memantau kemungkinan masalah lebih lanjut," tambah pihak perusahaan di laman resminya.
Baca lebih banyak informasi mengenai berita-berita internasional paling aktual hanya di laman berikut.
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Syamsul Dwi Maarif
Masuk tirto.id































