Menuju konten utama

Kemnaker Gandeng IM Japan untuk Program Magang Pemuda Batang

Kemnaker RI menggandeng IM Japan dan siap memfasilitasi pemuda Kabupate Batang, Jawa Tengah untuk program pemagangan ke Jepang.

Kemnaker Gandeng IM Japan untuk Program Magang Pemuda Batang
Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Caswiyono Rusydie Cakrawangsa saat memberikan sambutan pada acara Sosialisasi Pelatihan Vokasi dan Pemagangan Berbasis Desa, Batang, Rabu (7/2). FOTO/Biro Humas Kemnaker

tirto.id - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan kesempatan emas bagi para pemuda Kabupaten Batang, Jawa Tengah melalui program pemagangan di Jepang. Sebuah langkah revolusioner untuk mengakselerasi peningkatan kompetensi tenaga kerja muda di daerah tersebut.

Menurut Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Caswiyono Rusydie Cakrawangsa, program pemagangan ke Jepang akan dimulai tahun ini. Kerja sama antara Kemnaker dengan IM Japan yang akan membawa angin segar bagi generasi muda Batang.

"Dengan magang negara maju seperti Jepang, anak-anak muda kita dapat belajar kemajuan teknologi untuk selanjutnya dibawa kembali ke tanah air, untuk memajuka daerah," ujar Caswi pada acara Sosialisasi Pelatihan Vokasi dan Pemagangan Berbasis Desa, Batang, Rabu (22/2).

Selain mendapat keterampilan teknis, peserta magang juga akan diberikan stimulus untuk mengembangkan jiwa wirausaha mereka saat kembali ke Indonesia.

"Kami meyakini setelah menjalani magang di Jepang selama 3 hingga 5 tahun, para peserta akan memiliki kapasitas yang mumpuni untuk menjadi pengusaha, oleh karenanya pada program magang ke Jepang kerja sama antara Kemnaker dan IM Japan, diberikan stimulus berupa Dana Usaha Mandiri yang dapat membantu mereka mengembangkan usaha sekembalinya ke Indonesia," tambah Caswi.

Muhammad Ali, Direktur Bina Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan, menyatakan bahwa program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga untuk mencetak pengusaha berstandar tinggi.

"Kerja sama antara Pemerintah Indonesia melalui Kemnaker RI dengan Jepang adalah bukti komitmen pemerintah untuk mengembangkan SDM Indonesia," katanya.

Selama 31 tahun ini, lanjut Ali, lebih dari 100 ribu angkatan kerja telah mendapatkan manfaatnya.

"Ada lebih dari 100 angkatan kerja yang telah mendapatkan manfaat dari program ini, yang tidak hanya mencakup pengembangan keterampilan teknis tetapi juga peningkatan soft skills," tukas Ali.

Artikel ini merupakan kerja sama Kemnaker RI dengan Tirto.id

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis