Menuju konten utama

Kemensos, BPS, dan Dukcapil Berhasil Percepat Pemutakhiran DTSEN

Pemutakhiran DTSEN untuk penyaluran bansos Triwulan II 2026 berlangsung lebih cepat dari periode sebelumnya. 

Kemensos, BPS, dan Dukcapil Berhasil Percepat Pemutakhiran DTSEN
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan hasil pemutakhiran DTSEN Volume 2 Tahun 2026 di Kantor Kementerian Sosial Jakarta pada Senin (13/4/2026). foto/Dok. Kemensos

tirto.id - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), bertemu dengan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (13/4/2026). Pertemuan tersebut membahas hasil pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Volume 2 Tahun 2026.

Gus Ipul menyampaikan, pembaruan DTSEN dilakukan secara berkala setiap bulan sekali. Pada Triwulan II 2026, hasil pemutakhiran diterima lebih cepat, yakni 10 hari lebih awal dibandingkan periode sebelumnya.

“Alhamdulillah ini atas kesepakatan bersama, agar penyaluran bisa lebih cepat, Ibu Kepala BPS beserta jajaran bisa mempercepat penyerahan DTSEN hasil pemutakhiran itu 10 hari lebih cepat, jadi biasanya tanggal 20, kita bisa terima tanggal 10, Alhamdulillah untuk triwulan kedua ini kita sudah bisa terima pada tanggal 10,” kata Gus Ipul dalam konferensi pers usai pertemuan.

DTSEN Volume 2 2026 akan digunakan sebagai dasar penetapan penerima bantuan sosial (bansos) reguler Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk Triwulan II tahun ini.

“Saya bersyukur sekali, alhamdulillah DTSEN semakin solid, DTSEN terus dilakukan langkah-langkah nyata, sehingga error-nya terus menurun,” ujarnya.

Selain itu, data tersebut juga dimanfaatkan sebagai basis penjaringan calon peserta didik Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027.

“Jadi siswa Sekolah Rakyat ini tidak ada pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan berbasis DTSEN, khususnya nanti adalah di Desil 1 dan Desil 2,” imbuhnya.

Kemensos pun memperkuat pembaruan DTSEN lewat integrasi dengan data kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil), Kementerian Dalam Negeri.

Di kesempatan yang sama, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa pembaruan DTSEN mencakup data keluarga dan individu.

Dalam versi terbaru, jumlah keluarga meningkat dari 95,0 juta menjadi 95,3 juta keluarga. Sementara jumlah individu bertambah dari 289,0 juta menjadi 289,3 juta jiwa.

“Ini kami mutakhirkan ada yang meninggal sekitar 314 ribu berdasarkan SIAK, dan waktu kami ground check juga kami menemukan ada yang meninggal 356 ribu. Tetapi juga ada yang lahir baru, ada yang melakukan reaktivasi NIK dan kartu keluarga, sehingga net-nya tadi yang sudah saya sampaikan,” kata Amalia.

BPS juga mencatat adanya inclusion error sebanyak 11.014 keluarga penerima manfaat atau sekitar 0,06 persen dari total 18,15 juta penerima bantuan sosial pada Triwulan I 2026.

“Kami menemukan adanya inclusion error yang hanya 11.014 (KPM) atau sebesar 0,06 persen dari penerima bansos triwulan ke-1. Di mana total penerima bansos triwulan ke-1 adalah sebesar 18,15 juta keluarga,” pungkasnya.

Pertemuan ini turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi, serta pejabat terkait lainnya.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis