tirto.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih membuka peluang untuk menempatkan dana sisa anggaran lebih (SAL) di bank-bank umum pada tahun depan. Namun, langkah tersebut hanya akan diambil apabila dinamika perekonomian domestik memungkinkan.
Sementara itu, hingga akhir tahun ini Kementerian Keuangan akan kembali “menabung” sisa dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 di Bank Indonesia.
“Jadi, kita akan tabung dulu uang kita untuk tahun depan, dan nanti kalau misalnya dinamikanya memungkinkan, tentunya nanti kita akan bisa gelontorkan lagi (SAL) ke perbankan,” ujar Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan Astera Primanto Bhakti dalam konferensi pers APBN KITA Edisi Desember 2025, dikutip Jumat (19/12/2025).
Setelah terakhir kali menambah penempatan dana di tiga bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN)—PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk—serta Bank Jakarta, Bendahara Negara memastikan tidak akan ada tambahan penempatan dana SAL di bank umum hingga akhir 2025.
Pasalnya, dengan total penempatan dana SAL mencapai Rp276 triliun, perbankan nasional berpotensi mengalami kelebihan likuiditas.
“Jadi, kita tidak ada (penempatan dana SAL di perbankan) untuk tahun ini, di akhir tahun ini. Karena tadi disampaikan Pak Menteri (Purbaya Yudhi Sadewa), bahwa potensi kenaikan likuiditas untuk akhir tahun ini akan meningkat,” sambung Prima.
Sementara itu, penempatan dana SAL di lima Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank Jakarta dinilai efektif meningkatkan likuiditas perbankan sekaligus menurunkan suku bunga, baik kredit maupun deposito.
Mengutip data Bank Indonesia, suku bunga deposito satu bulan tercatat turun 67 basis poin (bps), dari 4,81 persen pada awal 2025 menjadi 4,14 persen per akhir November 2025. Adapun suku bunga kredit perbankan mengalami penurunan yang lebih lambat, yakni sebesar 24 bps dari 9,20 persen menjadi 8,96 persen pada periode yang sama.
Kondisi tersebut diperkirakan akan mendorong peningkatan aktivitas bisnis serta memperkuat transmisi kebijakan ke sektor riil.
“Dampaknya telah terlihat dari penurunan signifikan suku bunga deposito, yang kami yakini akan segera diikuti suku bunga kredit lebih signifikan lagi,” kata Purbaya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































