tirto.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan, jumlah penumpang angkutan udara saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), di periode 18 Desember 2025-4 Januari 2026, mencapai 5,05 juta orang.
Jumlah penumpang tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, sebanyak 4,73 juta orang.
Dari total penumpang saat Nataru 2025/2026 tersebut, sebanyak 3,90 juta orang di antaranya diperkirakan melakukan pergerakan melalui rute domestik dan 1,15 juta orang lainnya dari rute internasional.
"Prediksi kami tidak begitu signifikan kenaikannya. Namun, kita tetap optimis bahwa akan tetap terjadi kenaikan mobilisasi atau kenaikan pergerakan penumpang," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemnehub, Achmad Setiyo Prabowo, dalam media briefing, dikutip dari rekaman suara yang diterima Tirto, Sabtu (13/12/2025).
Sementara itu, rute dengan penumpang tertinggi pada rute penerbangan domestik akan terjadi di Jakarta-Bali, Jakarta Surabaya dan Jakarta-Ujung Pandang. Sedangkan, untuk penerbangan internasional dengan penumpang tertinggi terjadi di Jakarta-Singapura, Jakarta-Kuala Lumpur, Denpasar-Kuala Lumpur, dan sebaliknya.
Untuk mendukung mobilitas masyarakat di akhir tahun, pemerintah telah mengumumkan kebijakan diskon tarif pesawat. Adanya insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), diskon fuel charge, pajak bandara, dan lain sebagainya, lantas membuat harga tiket setidaknya dapat berkurang 12-13 persen.
Karena itu, Setiyo pun mewanti-wanti maskapai penerbangan agar tidak menaikkan tarif batas atas (TBA), sehingga membuat harga tiket pesawat masih tinggi.
"Biasanya masyarakat ya, mana katanya ada stimulus, katanya ada diskon, karena diskonya beberapa hari lalu, itu ngambilnya di TBA. Tapi kami tetap memastikan kalau ada pelanggaran maskapai yang melebihi TBA, itu kami akan berikan sanksi," tegasnya.
Sementara itu, dalam keterangan resminya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menyebutkan sebagai persiapan Nataru 2025/2026, pihaknya pihaknya telah melaksanakan inspeksi kesiapan operasional bandara di 257 bandara.
Adapun, unsur utama pelaksanaan inspeksi difokuskan pada sisi udara,di antaranya runway, taxiway, apron, alat bantu visual, sistem kelistrikan dan pelayanan darurat, termasuk juga pemeriksaan sistem dan fasilitas drainase, serta pemeriksaan sisi darat (terminal penumpang), selain itu kesiapan inspektur juga menjadi unsur penting pelaksanaan inspeksi.
"Inspeksi bandar udara ini dilakukan oleh inspektur Bandar Udara kantor pusat bersama dengan inspektur bandar udara Kantor Otoritas Bandar Udara (OBU) I sampai dengan X," kata Lukman.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Farida Susanty
Masuk tirto.id




























