tirto.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menegaskan akan meminimalisasi kegiatan seremonial dalam proses pelepasan jemaah haji di embarkasi. Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, mengatakan kebijakan ini diambil untuk menjaga stamina jemaah sejak awal keberangkatan menuju Tanah Suci.
“Kami ingin menegaskan kepada Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi terkait hal-hal yang bersifat seremonial untuk diminimalisir. Kami telah menstandarkan prosedur pelepasan jemaah di embarkasi tanpa seremonial,” ujar Ichsan yang ditayangkan di akun Youtube resmi Kementerian Haji dan Umrah, Jumat (24/4/2026).
Ichsan menjelaskan, langkah tersebut bertujuan agar jemaah tidak mengalami kelelahan sebelum menjalani rangkaian ibadah haji yang panjang dan menguras fisik.
“Hal ini bertujuan agar jamaah tidak terlalu lelah dan memiliki waktu istirahat yang cukup,” lanjutnya.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan layanan haji yang lebih ramah, terutama bagi kelompok rentan seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, dan perempuan.
“Haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan,” kata Ichsan.
Di sisi lain, Ichsan juga mengingatkan jemaah yang telah tiba di Madinah untuk menjaga kondisi kesehatan karena perbedaan kondisi cuaca yang cukup signifikan. Temperatur di Madinah diperkirakan mencapai 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban 25 persen.
“Untuk itu, mohon tetap jaga kesehatan, banyak minum air putih, gunakan pelindung kepala, dan kenakan pakaian yang nyaman,” ujar Ichsan.
Dia juga meminta jemaah mengikuti arahan petugas dan ketua kloter serta memanfaatkan waktu untuk beristirahat.
“Manfaatkan fasilitas hotel yang sudah disediakan, dan utamakan ibadah yang wajib,” katanya.
Selain itu, jemaah diminta tidak ragu menghubungi petugas jika membutuhkan bantuan selama berada di Tanah Suci. “Dan tentu yang tidak kalah penting, jangan ragu atau segan untuk menghubungi petugas jika membutuhkan bantuan. Kami siap membantu kapanpun diperlukan,” ucap Ichsan.
Hingga hari keempat masa operasional haji 1447 Hijriah, pemerintah mencatat 15.349 jemaah Indonesia telah diberangkatkan ke Arab Saudi dan sebagian telah tiba di Madinah untuk memulai rangkaian ibadah haji.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id

































