Menuju konten utama

Kemenekraf Gelar BDT 2026, Cetak Talenta Digital di Bidang AI

Program kolaborasi Kemenekraf dengan Dicoding ini menargetkan peningkatan produktivitas talenta digital lewat pelatihan AI yang relevan dengan industri.

Kemenekraf Gelar BDT 2026, Cetak Talenta Digital di Bidang AI
Peluncuran program Badan Ekraf Developer Talent (BDT) 2026: Productivity with AI Bootcamp di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta, Selasa (14/4/2026). tirto.id/Merlina Aryanti
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif bersama Dicoding resmi meluncurkan program Badan Ekraf Developer Talent (BDT) 2026: Productivity with AI Bootcamp di Gedung Film Pesona Indonesia, Selasa (14/4/2026). Program ini difokuskan untuk meningkatkan kapasitas talenta digital Indonesia agar adaptif terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Muhammad Neil El Himam, mengatakan pemerintah menempatkan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan nasional. Ia menyebut sektor ini ditargetkan mampu mendorong penciptaan lapangan kerja sekaligus memperkuat posisi Indonesia menuju ekonomi terbesar dunia pada 2045.

“Pembangunan ekonomi kreatif diarahkan untuk membuka lapangan kerja berkualitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan,” ujar Neil dalam sambutannya.

Ia menambahkan, penguatan talenta digital menjadi kunci untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.

Neil menjelaskan, hingga kini terdapat 17 subsektor ekonomi kreatif yang menjadi fokus pengembangan. Pemerintah juga tengah mengkaji penambahan subsektor baru guna memperluas kontribusi sektor ini terhadap investasi, ekspor, dan penyerapan tenaga kerja.

Dalam konteks tersebut, program BDT dinilai menjadi salah satu instrumen strategis. Sejak berjalan pada 2016, program ini telah melatih puluhan ribu talenta digital, dengan ribuan di antaranya memperoleh sertifikasi industri yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja global.

Sementara itu, CEO Dicoding Narenda Wicaksono menekankan bahwa adopsi AI membuka peluang besar bagi peningkatan produktivitas nasional. Ia mengutip riset yang menunjukkan potensi kontribusi AI terhadap perekonomian Indonesia yang signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

“Sebanyak 86 persen profesional digital di Indonesia sudah menggunakan AI, dan 94 persen di antaranya merasakan peningkatan produktivitas hingga 20–50 persen,” kata Narenda.

Neranda menilai, percepatan peningkatan keterampilan menjadi keharusan agar talenta tidak tertinggal. Ia juga mengungkapkan bahwa selama satu dekade terakhir Dicoding telah menjalankan lebih dari 50 program teknologi dengan dukungan mitra global seperti Google, AWS, Meta, dan Microsoft. Dari program tersebut, sekitar 879 ribu peserta telah memperoleh akses pelatihan, dengan sebagian besar berhasil meningkatkan kesiapan kerja.

Kolaborasi Dicoding dengan pemerintah, lanjutnya, telah berlangsung selama delapan hingga sembilan tahun. Dari kerja sama tersebut, tercatat dampak ekonomi mencapai ratusan miliar rupiah serta menghasilkan ratusan ribu talenta digital, termasuk puluhan ribu yang tersertifikasi di bidang teknologi informasi.

Chief Operating Officer Dicoding, Dimas Catur Wibowo, menjelaskan bahwa BDT 2026 dirancang sebagai program pelatihan berbasis praktik dengan standar industri internasional. Program ini mengusung tiga pilar utama, yakni Practical AI, Generative AI Mastery, dan Exclusive Offline Workshop.

“Peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung agar mampu memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi kerja, khususnya di sektor kreatif,” ujar Dimas.

Ia menambahkan, program ini juga menyediakan sesi tatap muka eksklusif dengan para ahli.

Program BDT 2026 menargetkan 2.200 peserta dan telah menarik minat tinggi sejak pendaftaran dibuka. Dalam waktu singkat, jumlah pendaftar disebut hampir memenuhi kuota yang tersedia.

Melalui inisiatif ini, pemerintah dan mitra industri berharap dapat mempercepat transformasi digital sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global. Program ini juga diharapkan menjadi langkah konkret dalam menjembatani kebutuhan industri dengan ketersediaan talenta digital yang kompeten.

Baca juga artikel terkait AI atau tulisan lainnya dari Merlina Aryanti

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Addi M Idhom