tirto.id - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) secara resmi mengganti program Kampus Merdeka dengan Diktisaintek Berdampak. Apa saja yang menjadi pilar utama Kemdiktisaintek Berdampak dan programnya?
Program ini diluncurkan oleh Mendiktisaintek, Brian Yuliarto, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada tanggal 2 Mei 2025.
Melalui akun Instagram resmi @kemdiktisaintek.ri, Kemendiktisaintek menegaskan bahwa pendidikan tinggi, sains, dan teknologi tidak hanya terbatas pada ruang kelas dan kampus, namun juga harus memberikan solusi, kontribusi, dan dampak nyata untuk masyarakat dan bangsa.
Program Kemdiktisaintek Berdampak merupakan komitmen untuk memastikan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi membawa dampak yang signifikan dalam mendukung pembangunan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Kemdiktisaintek Berdampak Diluncurkan, Ini 4 Pilar Utamanya
Program Diktisaintek Berdampak terdiri dari empat pilar utama. Rinciannya terdiri dari tiga pilar dan satu landasan penguat.
Transformasi yang dilakukan diklaim mampu menjawab tantangan utama. Di antaranya membuka akses pendidikan tinggi seluas-luasnya dan menjamin kualitas pendidikan.
Lalu mewujudkan relevansi perguruan tinggi sains, teknologi, dan inovasi dengan kebutuhan bangsa hingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Berikut penjelasan empat pilar utama program Diktisaintek Berdampak:
1. Memperkuat SDM Unggul
Pilar pertama menekankan pentingnya kolaborasi dalam penguatan sumber daya manusia (SDM) unggul guna menopang pembangunan dan industri nasional.
Untuk mencapai hal tersebut, Kemendiktisaintek berkomitmen memperluas akses pendidikan dan memperkuat karakter mahasiswa melalui pengembangan kepemimpinan, kreativitas, kemampuan sains, serta kolaborasi internasional.
Sebab, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan sebagai lulusan, tetapi juga sebagai calon pemimpin Indonesia Emas di masa depan.
"Ada tiga pilar utama Diktisaintek Berdampak. Pertama adalah pembangunan SDM unggul, di mana pemerintah memperluas akses pendidikan tinggi melalui KIP-Kuliah baik dari pusat maupun daerah,” kata Brian, dikutip via siaran YouTube Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Kamis (2/5/2025).
Selain KIP-K, upaya yang dilakukan antara lain:
- Sekolah Garuda
- Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU)
- Revitalisasi Pendidikan STEAM
- Mahasiswa Berdampak: Pemimpin Masa Depan Indonesia Emas.
Melalui pilar ini, pemerintah mendorong hilirisasi produk akademik agar memberikan kontribusi ekonomi yang konkret. Pilar ini fokus mendorong kolaborasi lintas perguruan tinggi melalui skema mentorship antar kampus.
Sekat-sekat administratif antarkampus dianggap tidak lagi relevan, karena seluruh dosen didorong untuk dapat berkontribusi di mana pun mereka dibutuhkan.
Selain itu, fasilitas dan peralatan yang dimiliki masing-masing perguruan tinggi diharapkan dapat dimanfaatkan secara bersama, sehingga pemanfaatannya menjadi lebih optimal dan merata.
Inisiatif yang dikembangkan mencakup:
- Penguatan PT Vokasi.
- Program sains dan teknologi untuk inovasi, berdasarkan skema pembinaan/afirmasi, penugasan, dan Asta Cita.
- Penguatan platform dan skema pendanaan padanan (matching fund).
Pilar ketiga Diktisaintek Berdampak adalah fokus pada pengembangan Pusat Riset dan Akselerator Kebijakan Strategis. Tujuannya memberikan solusi berbasis riset untuk mendukung kebijakan publik dan pembangunan nasional.
Pihak Kemendiktisaintek turut mendorong terbentuknya konsorsium riset tematik, hilirisasi hasil penelitian, serta inkubasi start-up untuk membangun ekosistem yang kuat dalam komunikasi dan diplomasi sains.
“Di sinilah peran kita bersama industri. Kami sungguh ingin berlari bersama industri karena industri adalah lokomotif kemajuan negara,” ujar Mendiktisaintek, Brian Yuliarto.
Untuk mendukung hal ini, Kemendiktisaintek memperkuat sejumlah inisiatif seperti Pusat Unggulan Antar Perguruan Tinggi (PUAPT), pengembangan Science Techno Park, serta penguatan komunikasi sains di tingkat nasional.
4. Perluasan Delegasi Kewenangan ke PT
Agar tiga pilar Diktisaintek Berdampak dapat terlaksana secara efektif, maka otonomi menjadi landasan utama agar tiga aspek agregator tersebut dapat terwujud.
Kemendiktisaintek menegaskan perlunya perluasan delegasi kewenangan kepada perguruan tinggi. Termasuk dalam hal tata kelola kelembagaan, pembelajaran transformatif, tata kelola keuangan, mentoring antar perguruan tinggi, dan penguatan otonomi PT vokasi.
Daftar Program Kemdiktisaintek Berdampak
Salah satu program Diktisaintek Berdampak adalah Program Riset Berdampak. Program dirancang untuk menghasilkan riset yang berstandar internasional dan siap dihilirisasi guna mendukung kemajuan industri dan pembangunan nasional.
Program Riset Berdampak difokuskan pada tiga area utama, yaitu penguatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kawasan sains dan teknologi, serta pemberian hibah riset untuk universitas.
1. Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Hilirisasi
Area ini mencakup beragam program untuk memperkuat fondasi riset dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi, antara lain:
- Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM)
- Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosa Bangsa)
- Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi (PUIPT)
- Peningkatan jumlah artikel ilmiah dan perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)
- Skema dana padanan (matching fund) dengan industri
- Pengembangan purwarupa
Kemendiktisaintek juga mendorong optimalisasi kawasan sains dan teknologi sebagai pusat inkubasi dan akselerasi start-up, serta menjalin kemitraan riset yang erat antara perguruan tinggi dan industri.
Selain itu, disiapkan platform pengembangan talenta melalui Bina Talenta Riset, yang berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang riset.
3. Research University Grants
Kemendiktisaintek menyediakan hibah riset untuk perguruan tinggi guna mendukung kegiatan penelitian, pengembangan proyek, penyediaan infrastruktur riset, serta peningkatan kualitas SDM penelitian. Beberapa program unggulan dalam skema ini meliputi:
- Academic Leader Research
- Young Fellowship Research
- Graduate Research
- Young Scientist Competition
- Program kolaborasi internasional dan lainnya
Melalui skema ini, Kemendiktisaintek mendorong pengembangan ekosistem hilirisasi riset yang terintegrasi dengan dunia industri dan mitra strategis lain.
Fokus utama adalah mencetak talenta riset yang siap berwirausaha dan mampu menciptakan lapangan kerja. Beberapa program pendukung di antaranya:
- Hilirisasi produk
- Hackathon dan pitching
- Innovation sandbox
- Innovation voucher untuk industri
- Innovation cluster & consortium
Penulis: Wulan AE
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id






































