tirto.id - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek RI) mengenalkan inisiatif baru bernama Kampus Berdampak. Program ini dikenalkan dalam acara Ngopi Bareng Kemdiktisaintek, Selasa, 29 April 2025. Setelah itu, Kampus Berdampak akan diluncurkan secara resmi.
Kampus Berdampak sekaligus menjadi kelanjutan dan pengganti dari program Kampus Merdeka. Sebelumnya, Kampus Merdeka dicanangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendibudristek) pada 2020.
Setelah 5 tahun kemunculannya, pemerintah melalui Kemendiktisaintek kini mengubah tajuk Kampus Merdeka menjadi Kampus Berdampak. Lantas, apa yang dimaksud dengan Kampus Berdampak?
Apa itu Kampus Berdampak Pengganti Kampus Merdeka?
Program Kampus Berdampak dirancang sebagai transformasi dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Pemerintah mengklaim, Kampus Berdampak lebih ditekankan agar lebih kuat pada dampak nyata yang dihasilkan mahasiswa dan perguruan tinggi bagi masyarakat.
Kemendiktisaintek dalam laman resminya menjelaskan, Kampus Berdampak merupakan gerakan bersama untuk menautkan ilmu dengan aksi, riset dengan kebutuhan nyata, dan pembelajaran dengan pemberdayaan.
“Kampus berdampak itu adalah kampus yang tidak hanya menghasilkan lulusan, publikasi, ranking global, tapi juga kampus yang mentransformasi kehidupan masyarakat," kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemdiktisaintek Khairul Munadi, Selasa (29/4/2025), dikutip dari laman Kemendiktisaintek.
Kampus-kampus di seluruh Indonesia akan digerakan untuk menjadi simpul transformasi sosial: membangun desa yang tertinggal, memberdayakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), merawat lingkungan yang rapuh, serta menyiapkan generasi muda yang tidak hanya pintar, tetapi juga tangguh, peduli, dan berdaya saing.
"Sehingga nantinya peran perguruan tinggi itu diharapkan menjadi pusat solusi yang nyata untuk masyarakat, selain itu juga perguruan tinggi diharapkan menjadi motor inovasi sosial dan ekonomi berkelanjutan. Kemudian paling tidak kalah penting juga menjadi mediator kolaborasi antar pihak,” ujar Khairul.
Mengapa Diganti Menjadi Kampus Berdampak?
Kampus Berdampak dihadirkan pemerintah sebagai upaya penyempurnaan dari Kampus Merdeka. Salah satu konkretnya, Kampus Berdampak masih akan melanjutkan program-program Kampus Merdeka yang sudah berjalan.
"Kampus Merdeka ini programnya semua masih tetap berjalan. Bahkan kita tingkatkan. Kampus Berdampak ini adalah kelanjutan dari Kampus Merdeka. Jadi, tidak ada program yang hilang dari Kampus Merdeka," tutur Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek Berry Juliandi, dikutip dari ANTARA, Selasa (29/4/2025).
Sementara itu, program dalam Kampus Berdampak di antaranya: Magang Berdampak, Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), hingga Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas).
Implementasi lain dari penyempurnaan Kampus Merdeka menjadi Kampus Berdampak, ialah peran mahasiswa nantinya. Melalui Kampus Merdeka, mahasiswa memiliki kebebasan untuk menentukan topik. Sedangkan, Kampus Berdampak akan mengarahkan mahasiswa supaya topiknya menjadi impak.
"Dulu kita berikan kebebasan kepada mahasiswa program Kampus Merdeka untuk menentukan topik-topiknya. Namun, sekarang kita arahkan topik-topiknya untuk menjadi dampak," ujar Berry.
Lebih lanjut, Kampus Berdampak mendorong kampus tidak hanya memberikan impak secara lokal, namun juga untuk global.
“Kami ingin memberikan Indonesia ini [dikenal] sebagai salah satu kekuatan dunia juga bisa memberikan kontribusi pada pembangunan internasional. Karena itu kampus-kampus yang sudah ready to go global, kita support mereka untuk bisa berkontribusi lebih pada pembangunan internasional,” Ujar Direktur Kelembagaan, Mukhamad Najib, dilansir dari laman Kemendiktisaintek.
Kapan Kampus Berdampak Mulai Diterapkan?
Program Kampus Berdampak akan mulai diluncurkan secara resmi pada Jumat, 2 Mei 2025, bertepatan dengan puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Untuk transisinya, Kemendiktisaintek melalui Ditjen Dikti telah menyiapkan untuk menggelar “Festival Kampus Berdampak” yang akan melibatkan beberapa perguruan tinggi dari Sabang sampai Merauke,. Itu termasuk perguruan tinggi yang menjadi koordinator wilayah Sistem Kesehatan Akademik.
Festival itu ditujukan sebagai sarana public outreach dan pengarusutamaan dampak positif kolaborasi perguruan tinggi dengan mitra industri, pemerintah daerah dan stakeholders lainnya.
Festival juga mendorong mahasiswa sebagai generasi solutif untuk bisa memaknai esensi gerakan #KampusBerdampak melalui kompetisi video pendek yang akan diumumkan pada puncak Hardiknas 2025.
Dalam mengimplementasikan Kampus Berdampak secara luas, Kemendiktisaintek akan mengenalkan program-program unggulan lainnya yang diumumkan secara berkala seiring dengan perkembangan kebutuhan dan inovasi di dunia pendidikan tinggi.
Penulis: Auvry Abeyasa
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id






































