Menuju konten utama

Keluarga Korban Minta Polisi Usut Tuntas Tragedi Bus ALS

Keluarga korban menyebut sopir bus ALS mengemudikan kendaraan secara ugal-ugalan sebelum terjadi kecelakaan.

Keluarga Korban Minta Polisi Usut Tuntas Tragedi Bus ALS
Kondisi bus ALS setelah terjadi tabrakan dengan truk tangki di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026). FOTO: Humas Polda Sumsel
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Keluarga korban mendesak polisi mengusut tuntas kecelakaan bus ALS vs truk tangki yang menyebabkan 16 orang meninggal dunia di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan, Rabu (6/5/2026). Selain itu, keluarga berharap proses identifikasi para korban segera rampung.

Kecelakaan itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga, salah satunya Hambali (56). Hambali harus kehilangan tiga keluarganya sekaligus, yakni anak, menantu, dan cucu, akibat tragedi nahas itu.

Satu keluarga yang dimaksud adalah Aldi Sulistiawan (26) dan istrinya, Rani (25), serta anak perempuannya, Bela (1,8 tahun). Mereka tinggal di Way Tuba Asri, Way Kanan, Lampung.

Hambali menyebut ketiga korban berangkat dari Way Toba Asri, Way Kanan, Lampung, Selasa (5/5/2026). Bus ALS yang mereka tumpangi adalah kendaraan pilihan terakhir setelah sempat tiga kali gagal berangkat akibat terlambat datang dan kehabisan tiket.

"Tadinya berangkat Minggu, batal, terus Senin, gagal lagi, dan barulah dapatnya hari Selasa kemarin. Tidak ada bus lain kecuali ALS," ungkap Hambali di Palembang, Kamis (7/5/2026).

Selama perjalanan, korban Rani terus berkomunikasi dengan keluarga melalui sambungan telepon atau WhatsApp. Sebab, mereka pertama kali berpisah dengan keluarga besarnya.

Korban Rani sempat mengeluhkan kondisi bus yang sering mogok di jalan. Alhasil, penumpang harus menunggu lama sembari kru bus memperbaiki kendaraan.

"Katanya sering mogok, ada-ada saja kendalanya, katanya ada yang kering (radiator), ada oli keluar, jadi sering berhenti," kata Hambali.

Hambali dikabarkan anaknya bahwa kedatangan bus di Riau harus terlambat. Dijadwalkan, bus itu tiba di tempat tujuan pada Kamis (7/5) pukul 02.00 WIB.

"Kami kaget dengar bus itu kecelakaan di Musi Rawas Utara kemarin, ternyata baru sampai situ. Mungkin karena sering mogok itu, jadi tidak sesuai jadwal," kata Hambali.

Selain kendaraan sering mogok, korban Rani mengabarkan sopir truk ugal-ugalan. Kondisi membuat penumpang khawatir terjadi kecelakaan.

"Katanya sopir ugal-ugalan, anak saya jadi takut. Kami serahkan semuanya ke polisi," kata Hambali.

Hambali berharap proses identifikasi para korban dapat segera rampung agar bisa dimakamkan di kampung halaman. Dia tak ingin berlama-lama meninggalkan keluarga dan pekerjaannya di desa.

"Kami minta kalau sudah (teridentifikasi), bisa diserahkan agar bisa kami bawa pulang," kata Hambali.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu'min Wijaya, mengatakan penyelidikan menyeluruh tengah dilakukan penyidik untuk mengungkap penyebab kecelakaan. Pihaknya enggan gegabah mengambil keputusan sebelum melakukan pendalaman.

"Semua kemungkinan akan kami dalami, intinya masih dalam proses penyelidikan," tutur Nandang.

Baca juga artikel terkait KECELAKAAN BUS atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Kontributor: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama