tirto.id - Beredar di media sosial sebuah video yang menunjukkan kondisi Candi Borobudur yang terbakar. Sebagai candi Buddha terbesar di dunia dan salah satu destinasi wisata populer di Indonesia, hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran tersendiri.
Tirto menemukan video yang menunjukkan penampakan dari balik kemudi mobil, dengan pemandangan candi yang terbakar di Facebook.
“INNAILLAHI KABAR DUKA UNTUK KITA SEMUA CANDI BOROBUDUR. K3B4K4R4N HEBAT WARGA SETEMPAT DIBIKIN HERAN TAPI NYATA,” begitu tulis teks dalam video unggahan akun "Ekenk Dikastta" (arsip), Jumat (6/6/2025).

Video berdurasi sekitar 15 detik tersebut memperlihatkan kondisi candi kebakaran dari beberapa sisi. Bunyi ledakan juga terdengar di akhir video.
Sampai dengan Rabu (11/6/2025), video tersebut telah mengumpulkan 67 tanda suka, 70 komentar dan 107 kali dibagikan ulang. Sejumlah komentar teratas menyebut kalau video tersebut adalah hoaks, sementara terdapat yang lainnya yang percaya dan khawatir dengan kondisi candi yang terbakar.
Video serupa juga tersebar di YouTube (arsip) dan TikTok (arsip) beberapa waktu lalu.
Lalu bagaimana faktanya? Apakah benar Candi Borobudur terbakar?
Pemeriksaan Fakta
Tirto mencoba melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image search) untuk menelusuri keaslian atau sumber gambar kebakaran candi tersebut. Salah satu hasil pencarian mengarahkan kami ke video berikut, dari kanal "Xelyntar".
Unggahan pada Sabtu (31/5/2025) itu menunjukkan video yang sama, dengan versi yang lebih bersih. Tidak ada tulisan yang memenuhi dan menutupi gambar tersebut.
Xelyntar dalam judul video, menyertakan keterangan kalau video ini adalah buatan akal imitasi (artificial intelligence, AI). YouTube juga menambahkan keterangan kalau video tersebut adalah konten hasil suntingan atau dibuat secara digital.
Kami kemudian mencoba melakukan pemindaian menggunakan perangkat Hive Moderation. Hasilnya, perangkat menyimpulkan kalau lebih dari 99 persen kemungkinan konten mengadung muatan AI.
Kami juga sempat menghubungi PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan dan Ratuboko, badan usaha pengelola Candi Borobudur. Dengan tegas mereka membantah informasi soal kebakaran yang terjadi di Candi Borobudur.
“Informasi tersebut HOAX ya kak dimana video yang beredar tersebut merupakan hasil rekayasa artificial intelligence (AI),” tulis penjelasan kontak resmi TWC, lewat pesan singkat kepada wartawan Tirto, Rabu (11/6/2025). Mereka juga meyakinkan kalau saat ini kondisi Candi Borobudur aman dan dapat dikunjungi.
Narasi seputar penggunaan akal imitasi untuk mereka adegan atau menggambarkan kejadian bencana telah cukup banyak tersebar di media sosial. Tirto sempat membedah dan memberi label hoaks untuk sejumlah kejadian.
Kesimpulan
Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan video kebakaran Candi Borobudur yang tersebar di media sosial bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).
Video tersebut telah terbukti adalah buatan akal imitasi yang ditambahkan narasi yang heboh dan melebih-lebihkan. Pihak pengelola Candi Borobudur juga telah menegaskan kalau video yang tersebar di media sosial tersebut adalah hoaks. Kondisi Candi Borobudur, per Rabu (11/6/2025), aman dan tidak terjadi kebakaran apapun.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Editor: Tim Riset Tirto
Masuk tirto.id






























