Menuju konten utama

Kasus Peluru Nyasar di UNP Sudah 4 Kali, Terbaru 2 Warga Terluka

Kodam Tuanku Imam Bonjol mengonfirmasi saat insiden itu satuan Batalion Infanteri (Yonif) TP 897/Singgalang sedang melaksanakan latihan.

Kasus Peluru Nyasar di UNP Sudah 4 Kali, Terbaru 2 Warga Terluka
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/Tuanku Imam Bonjol Kolonel Kav Taufiq saat diwawancarai di Kota Padang, Selasa malam (2/6/2026). ANTARA/Muhammad Zulfikar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Dua warga sipil, salah satunya mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatra Barat (Sumbar) terkena peluru tersasar pada Selasa sore sekitar pukul 17.05 WIB.

"Memang benar, ada kejadian ataupun insiden pada dua saudara kita yang diduga terkena peluru nyasar," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav Taufiq di Kota Padang, menukil Antara, Rabu (3/6/2026).

Saat kejadian, Taufiq mengonfirmasi satuan Batalion Infanteri (Yonif) TP 897/Singgalang sedang melaksanakan latihan. Meskipun demikian, pihaknya belum bisa memastikan apakah dugaan peluru tersebut berasal dari satuan TNI atau tidak.

"Saat ini pihak TNI masih mengumpulkan informasi termasuk melakukan investigasi terkait kejadian itu," ujar dia.

Atas kejadian itu, satu mahasiswa UNP dan warga sipil dilarikan ke salah satu rumah sakit swasta yang kemudian dibawa ke Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo atau Rumah Sakit Tentara untuk operasi pengangkatan proyektil.

Sementara itu, Sekretaris UNP Erianjoni juga membenarkan seorang mahasiswa perguruan tinggi tersebut diduga terkena tembakan di area kampus.

"Memang ada mahasiswa UNP yang diduga terkena peluru nyasar," kata dia.

Erianjoni mengatakan insiden dugaan peluru tersasar tersebut terjadi pada sore hari di sekitar kawasan rektorat kampus usai mahasiswa merayakan hasil ujian seminar proposal.

Mahasiswi Jurusan Sosiologi tersebut terkena tembakan di bagian paha atau kaki. Selain itu, juga terdapat seorang warga lainnya yang diduga terkena peluru tersasar di sekitar lokasi kejadian.

"Satu lagi keluarga mahasiswa yang sedang berada di kampus," ujarnya.

Saat ini pihak kampus sedang mendampingi mahasiswa yang diduga terkena peluru menyasar di salah satu rumah sakit swasta, Kota Padang guna mendapatkan perawatan intensif.

Bukan Kasus Pertama

Kasus peluru nyasar masuk kampus UNP bukan kali pertama. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus peluru nyasar juga pernah terjadi pada 2010, 2017, dan 2020.

Ilustrasi penembakan

Ilustrasi penembakan. FOTO/iStock

Pada 2020, peluru nyasar melukai mahasiswa jurusan sosiologi bernama Astuti. Sementara 2017, peluru nyasar merusak jendela lantai 2 gedung rektorat UNP.

Konon, peluru menembus kaca gedung pada malam hari saat di dalam gedung tidak ada aktivitas di dalam gedung rektorat. Di lantai gedung rektorat tersebut, pihak kepolisian menemukan dua butir proyektil peluru.

Pada 2020, peluru nyasar terjadi bulan Februari mengenai kaca gedung Rektorat UNP. Proyektil peluru ukuran 5,56 milimeter ditemukan di lantai 3 gedung LP2M. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa.

Erianjoni berkata kasus yang terjadi pada Selasa kemarin menjadi yang terparah dari tiga insiden perluru nyasar sebelumnya. “Dari beberapa kejadian peluru (nyasar) sebelumnya, Tahun ini yang paling parah,” kata dia.

Tanggung Biaya Pengobatan

Taufiq mengatakan pihaknya menanggung seluruh biaya pengobatan dua warga sipil yang diduga terkena peluru nyasar itu.

"Untuk saat ini kita tanggung semuanya," kata dia.

Kolonel Taufiq mengatakan meskipun saat ini Kodam XX masih melakukan investigasi, biaya perawatan seorang mahasiswi dan satu warga sipil yang terkena peluru menyasar tetap ditanggung TNI. Tindakan ini murni untuk memastikan warga yang terluka mendapatkan bantuan yang cepat serta tertangani dengan baik.

Hingga Selasa malam pihak Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo atau Rumah Sakit Tentara masih melakukan operasi pengangkatan proyektil yang tertinggal di kaki seorang mahasiswi UNP. Kodam Imam Bonjol menegaskan pemulihan korban menjadi aspek prioritas.

Pascainsiden tersebut Kodam XX masih terus berupaya mengumpulkan informasi serta melakukan investigasi mendalam termasuk mencari tahu asal peluru. Pomdam XX/Tuanku Imam Bonjol juga telah melakukan investigasi di area latihan menembak maupun di lokasi kejadian, tepatnya di sekitar kawasan Rektorat UNP untuk mengumpulkan berbagai informasi yang dibutuhkan.

Baca juga artikel terkait PELURU NYASAR

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Penulis: Fransiskus Adryanto Pratama
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama