Menuju konten utama

Peluru Nyasar Mengenai Siswa di Gresik, Pasmar 2 Investigasi

Oni menambahkan penanganan terhadap korban terus dilakukan sejak awal kejadian, termasuk perawatan, kontrol, dan santunan kepada salah satu korban.

Peluru Nyasar Mengenai Siswa di Gresik, Pasmar 2 Investigasi
Komandan Pasmar 2 Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto saat memberikan keterangan di Surabaya, Minggu (12/4/2026). ANTARA/Willi Irawan
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pasukan Marinir 2 Surabaya menginvestigasi insiden peluru nyasar di salah satu SMP Negeri di Gresik, Jawa Timur. Mereka pun akan melakukan uji tembak peluru untuk memastikan penanganan berjalan transparan dan berkeadilan.

“Ya ini kan sekarang sudah diperiksa ya. Ada 119 yang nanti akan berlanjut itu terus diperiksa ya dan nanti akan diuji tembak peluru ini sampai sejauh itu," kata Komandan Pasmar 2, Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto, di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (12/4/2026) sebagaimana dikutip Antara.

Ia menambahkan penanganan terhadap korban terus dilakukan sejak awal kejadian, termasuk perawatan, kontrol, dan santunan kepada salah satu korban.

“Ya bahwa perkembangan tentang peluru nyasar ini ya, kami sudah melakukan mulai dari awal pengobatan dan perawatan. Kemudian ada dua korban itu yang satu dari Octo ini ibunya sudah menerima semua perawatan, kontrol dan santunan," ujarnya.

Sementara itu, komunikasi dengan korban lainnya masih diupayakan untuk memastikan penyelesaian yang baik.

“Cuma ini Bu Dewi ini yang belum kita ketemu. Namun, kami tetap terbuka untuk peluang komunikasi ya," katanya.

Menurut dia, uji balistik akan diperkuat dengan data teknis dari PT Pindad (Persero) agar hasil analisis akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Nah, nanti data teknis juga dari Pindad juga kita minta ya untuk memperkuat uji tersebut sehingga kita tidak mengambil data yang asal-asalan betul-betul nanti akurat gitu," tuturnya.

Selain itu, Pasmar 2 juga menggandeng sejumlah ahli untuk memberikan pandangan independen terkait jangkauan peluru dan aspek keselamatan latihan.

Di sisi lain, proses hukum tetap berjalan melalui Polisi Militer Komando Daerah Angkatan Laut (Pomal Kodal), seiring keterbukaan Pasmar 2 terhadap langkah hukum dari pihak korban serta evaluasi menyeluruh terhadap prosedur latihan.

Sebelumnya, insiden dugaan peluru nyasar terjadi ketika murid-murid sedang mengikuti kegiatan sosialisasi sekolah di salah satu SMP Negeri di Gresik, Jawa Timur, Rabu (17/12/2025).

Sebanyak dua anak yang menjadi korban peluru nyasar, yakni inisial DF (14) dan RO (15).

Sementara itu, sekitar 2,3 kilometer dari sekolah korban, terdapat lapangan tembak TNI AL yang ketika itu sedang ada latihan menembak rutin.

Pasca insiden, keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Siti Khodijah Sepanjang, Jawa Timur, untuk menjalani perawatan intensif.

Baca juga artikel terkait PELURU NYASAR

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Andrian Pratama Taher