tirto.id - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih terjadi di Kabupaten Bengkalis, Riau, tepatnya di Kecamatan Rupat. Hingga kini, pemadaman kebakaran masih terkendala minimnya ketersediaan sumber air di lokasi.
Kapolsek Rupat, AKP Faisal mengatakan beberapa lokasi api yang sudah padam kembali muncul akibat cuaca yang terik panas dan angin yang kencang.
“Saat ini di beberapa lokasi api sudah padam, namun di beberapa lokasi sore ini muncul kembali diakibatkan cuaca terik panas dan angin yg berhembus kencang dan berubah arah sehingga menyulitkan pemadaman lewat darat,” kata Faisal saat dihubungi kontributor Tirto melalui sambungan whatsapp pada Minggu (22/3/2026).
Faisal menuturkan, kondisi lahan terbakar merupakan kebun kelapa sawit dengan jenis tanah gambut kering ditambah dengan sebagian lahan yang merupakan hutan pohon mahang.
Hingga kini, penyebab kebakaran hutan dan lahan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. Data dari aplikasi dashboard Lancang Kuning milik Polda Riau menunjukkan, terdapat 72 titik lokasi Karhutla di Rupat secara keseluruhan.
“Rinciannya sebagai berikut, hotspot kuning 57 titik, hotspot hijau 8 titik, dan hotspot merah 7 titik,” ujar Faisal.
Sebagai informasi, hotspot hijau merupakan tingkat kepercayaan rendah yang berasal dari pantulan panas biasa, sedangkan hotspot kuning adalah tingkat kepercayaan menengah dengan indikasi panas yang cukup kuat. Sedangkan, hotspot merah yakni tingkat kepercayaan tinggi dengan indikasi kuat kebakaran.
Hingga saat ini, Faisal membeberkan masih terus melakukan proses pemantauan lokasi guna mencegah kebakaran lanjutan.
“Selama proses terjadinya pemadaman dan pendinginan tdk ada korban jiwa. Adapun upaya pemantauan lokasi akan terus dilakukan guna mencegah terjadinya kebakaran lanjutan dan meluas ke lokasi lain yang berada dalam satu hamparan,” pungkasnya.
Kontributor: Abdul Haris
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id




























