tirto.id - Asisten Utama Kapolri bidang Operasional, Komjen M. Fadil Imran, mengungkapkan sebanyak 5.966 kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berhasil ditangani jajaran Brimob dan Polda sepanjang 2025.
“Selain penanganan bencana, Polri juga berkomitmen pada pelestarian lingkungan hidup. Tahun ini terjadi 5.966 kasus Karhutla,” ungkapnya Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025).
Fadil menegaskan, Polri tetap berkomitmen memperkuat penegakan hukum dan pencegahan agar tidak terjadi perluasan lahan terbakar. Menurut dia, kasus karhutla paling banyak terjadi di tiga provinsi.
“Konsentrasi tertinggi di Riau, Kalbar, dan Kaltim,” ucap Fadil.
Lebih lanjut, Fadil menjelaskan bahwa selain melakukan penanganan, Polri juga menjalankan langkah mitigasi untuk mencegah karhutla terus berulang. Upaya ini dilakukan dengan melibatkan berbagai instansi dan lembaga terkait.
Diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya mengungkap adanya peningkatan jumlah tersangka kebakaran hutan dan lahan pada tahun ini dibandingkan periode 2024. Peningkatan tersebut mencapai sekitar 50 persen.
"Di tahun 2025 ini kurang lebih ada luasan lahan yang terbakar yang kemudian kita amankan 83 tersangka karena kedapatan secara sengaja membakar. Sementara di tahun 2024 ada 47 tersangka," tutur Sigit di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (24/10/2025).
Sigit menjelaskan, penegakan hukum dalam penindakan karhutla harus dilakukan secara maksimal agar penyebaran dan perluasan lahan terbakar dapat ditekan.
Ke depan, lanjut Sigit, Polri bersama Kementerian Kehutanan akan melakukan sejumlah perbaikan untuk mengoptimalkan penanganan kasus karhutla. Berbagai upaya juga akan terus diperkuat melalui kerja sama dengan para pemangku kepentingan.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





























