Menuju konten utama

Kapal Migran Asal RI Terbalik di Malaysia, 14 Orang Masih Dicari

Kapal migran ilegal asal Indonesia yang terbalik di Malaysia disebut berangkat dari sebuah tempat di Sumatra Utara. Sebanyak 14 penumpang masih dicari.

Kapal Migran Asal RI Terbalik di Malaysia, 14 Orang Masih Dicari
Ilustrasi Kapal tenggelam. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Sebuah kapal pengangkut puluhan migran ilegal asal Indonesia terbalik di perairan Malaysia pada Senin (11/5/2026). Hingga Selasa (12/5), sebanyak 14 penumpang masih dalam pencarian oleh petugas.

Melansir Free Malaysia Today, kapal pembawa puluhan migran ilegal asal Indonesia itu mengalami musibah di lepas pantai Pulau Pangkor, Perak, pada Senin dini hari waktu setempat. Kapal itu disebut terbalik dan para penumpang berusaha menyelamatkan diri.

Direktur Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) di Perak, Sukri Khotob, menyebut insiden terbaliknya kapal migran asal Indonesia pertama kali ditemukan oleh nelayan setempat. MMEA kemudian mendapatkan laporan dari para nelayan pada Senin pagi pukul 05.30.

Para korban yang berhasil menyelamatkan diri ditemukan nelayan dalam keadaan mengapung di permukaan laut. Nelayan pun segera menolong para korban dan melapor ke pihak berwenang.

Shukri menyebut, pihaknya segera melakukan operasi pencarian dan penyelamatan bersama polisi maritim, angkatan laut, dan nelayan setempat. Namun, proses evakuasi dan pencarian masih berlangsung hingga Selasa.

Seturut penjelasan Shukri, tim evakuasi gabungan telah menyelamatkan 23 orang sejauh ini, yang terdiri dari 16 pria dan 7 perempuan. Namun, pihaknya belum berhasil mencari 14 orang yang masih hilang.

“Investigasi awal … menemukan bahwa jumlah total migran di kapal tersebut adalah 37 orang. Sejauh ini, 23 korban telah diselamatkan sementara upaya terus dilakukan untuk menemukan individu yang tersisa,” kata Shukri, dikutip dari CNA.

Shukri menuturkan bahwa para korban selamat kini telah diserahkan kepada polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kapal Migran Berangkat dari Sumatra

Menurut penyelidikan awal MMEA, kapal tersebut berangkat dari Kisaran, Sumatra Utara, pada 9 Mei lalu. Semula kapal ini hendak melintas laut dengan beberapa titik tujuan di Malaysia, termasuk Kuala Lumpur dan Pulau Penang.

Wilayah perairan antara Indonesia dan Malaysia selama ini telah jadi salah satu jalur penyelundupan imigran ilegal di antara kedua negara itu. Melansir AsiaOne, sekitar 100.00 hingga 200.000 imigran asal Indonesia menggunakan jalur ini setiap tahun.

Banyak dari jumlah tersebut adalah para pekerja imigran tanpa dokumen resmi. Kerap kali, perjalanan para pekerja migran ilegal ini diinisiasi oleh geng perdagangan manusia dan menjadi sasaran eksploitasi setibanya di Malaysia.

Para pekerja migran ilegal ini juga kerap melalui perjalanan yang berbahaya ketika melintas menuju Malaysia. Kapal yang mereka gunakan kerap kali kelebihan muatan, membuat risiko kecelakaan di tengah laut tergolong tinggi.

Baca juga artikel terkait KAPAL KARAM atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar