Menuju konten utama

Kantor BPJS Kesehatan Kota Denpasar Diteror Orang Tidak Dikenal

Polda Bali menyelidiki para pelaku teror Kesehatan Cabang Kota Denpasar pada Sabtu (21/02/2026) malam.

Kantor BPJS Kesehatan Kota Denpasar Diteror Orang Tidak Dikenal
Pihak kepolisian saat mendatangi Kantor BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, Senin (23/02/2026). Foto: Humas Polda Bali

tirto.id - Peristiwa teror dialami oleh Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kota Denpasar pada Sabtu (21/02/2026) malam, sekitar pukul 19.30 WITA. Dalam peristiwa tersebut, para pelaku melempari batu dan membentangkan dua spanduk bernada protes di gerbang kantor.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, mengatakan Polda Bali masih menyelidiki para pelaku dengan mendalami keterangan saksi dan memeriksa rekaman kamera pengawas di lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan pihak pelapor, pelaku datang secara bergerombol.

“Berawal hari Sabtu (21/02/2026), sekiranya pukul 19.28 WITA di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, pelapor menerima laporan di grup Telegram dari satpam yang bertugas. Satpam menjelaskan terdapat beberapa orang berkumpul di depan kantor melakukan pemasangan spanduk di pintu gerbang,” terang Ariasandy dalam keterangannya, Senin (23/02/2026).

Selain membentangkan spanduk, pelaku juga disebut membuat video dan melakukan pelemparan ke dalam gedung. Aksi tersebut menyebabkan lampu papan logo BPJS Kesehatan menjadi pecah dan rusak. Total kerugian materiil yang diderita BPJS Kesehatan Cabang Denpasar adalah Rp600.000.

Berdasarkan laporan dari satpam tersebut, pelapor yang merupakan Kepala Bidang SDM BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, mendatangi lokasi. Namun, aksi tersebut sudah berakhir dan hanya didapati spanduk yang terpasang di pintu gerbang.

“Spanduk terletak pada gerbang kantor sebelah selatan dan sebelah utara. Selanjutnya pelapor bertemu dengan satpam dan diperoleh keterangan bahwa sebelumnya di depan gerbang kantor ada orang-orang yang tidak dikenal melakukan pemasangan spanduk tersebut, kemudian mengambil gambar,” jelas Ariasandy.

Pelapor dari pihak BPJS Kesehatan Kota Denpasar menyertakan sejumlah barang bukti berupa 3 buah pecahan lampu papan logo BPJS Kesehatan, rekaman CCTV, 4 buah batu yang diduga digunakan pelaku, serta 2 spanduk yang bertuliskan ‘Save APBD BPJS untuk Rakyat Miskin’ dan ‘Wali Kota pembohong’.

Aksi tersebut diduga berlangsung selama 15 menit dengan melibatkan gerombolan sekitar 20 orang. Saat ini, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali masih memproses kasus tersebut lebih lanjut dan mencari para pelaku aksi penyerangan tersebut.

Baca juga artikel terkait POLDA atau tulisan lainnya dari Sandra Gisela

tirto.id - Flash News
Kontributor: Sandra Gisela
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Hendra Friana