Menuju konten utama

Polda Sulsel Terima 8 Data Antemortem Keluarga Korban ATR 42-500

Pengumpulan data antemortem dari keluarga korban dilakukan di Posko DVI yang sudah dibentuk.

Polda Sulsel Terima 8 Data Antemortem Keluarga Korban ATR 42-500
Anggota Basarnas memperlihatkan puing yang diduga milik pesawat udara jenis ATR 42-400 di posko pencarian, Kelurahan Leang-leang, Kecamatan Bantimurung, Sabtu (17/1/2026). ANTARA FOTO/Hasrul Said

tirto.id - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan telah menerima data antemortem dari keluarga korban pesawat jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros.

Meski demikian, masih ada dua dari sepuluh keluarga penumpang yang belum memberikan data tersebut.

“Update delapan orang keluarga yang sudah di lakukan pemeriksaan antemortem,” jelas Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Didik Supranoto, saat dikonfirmasi, Senin (19/1/2026).

Didik menerangkan, pengumpulan data antemortem dari keluarga korban dilakukan di Posko DVI yang sudah dibentuk. Kendati demikian, koordinasi dengan polda jajaran lainnya juga dilakukan untuk mempermudah proses pengumpulan.

Menurut Didik, tim DVI Polda Sulawesi Selatan juga mejemput bola ke rumah keluarga korban untuk meminta data antemortem. Sebab, tidak semua korban berasal dari Sulawesi Selatan.

“Kalau ada keluarga yang menanyakan bisa menanyakan ke Kompol ABD Rahman 085388889928, Dokter Asnani 0811469088,” ungkap Didik.

Terkait rekonsiliasi data, kata Didik, hingga saat ini masih belum dapat dilakukan karena belum ada yang dievakuasi untuk dilakukan pemeriksaan postmortem.

Sebagai informasi, sekelompok warga Tompobulu di kaki Gunung Bulusaraung, yang ikut membantu proses pencarian korban berhasil menemukan satu korban penumpang pesawat ATR 42-500.

Temuan tersebut langsung dilaporkan ke Tim Search Rescue Unit (SRU) di sekitar lokasi pencarian.

Arman (38), warga Desa Tompobulu, yang mengaku pertama kali menemukan jasad korban dalam keadaan utuh tertelungkup di semak-semak di bawah tebing lereng gunung, Senin siang kemarin (18/1/2026). Di sekitar korban ikut ditemukan beberapa peralatan elektronik, kartu Identitas, dan pakaian dalam kondisi hancur.

"Jasadnya masih utuh, tapi pakaiannya sudah tidak lengkap, saat itu posisi tim SAR masih di atas tebing, kami laporkan penemuan jenazah pada mereka," ungkap Arman yang ditemui wartawan di Posko Tim Advance Jungle Unit (AJU), Desa Tompobulu, Senin (19/1/2026).

Baca juga artikel terkait KECELAKAAN PESAWAT atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Hendra Friana