Menuju konten utama

Jokowi: 90 Persen Barang di E-Commerce Impor, Baju Cuma Rp5 Ribu

Presiden Jokowi mengatakan barang impor mendominasi perdagangan daring atau e-commerce Indonesia.

Jokowi: 90 Persen Barang di E-Commerce Impor, Baju Cuma Rp5 Ribu
Presiden Joko Widodo menyampaikan pengarahan dalam Peresmian Pembukaan Kongres XXV Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tahun 2023 di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/9/2023). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.

tirto.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, barang impor mendominasi perdagangan daring atau e-commerce Indonesia. Dia bahkan menyebut, ada baju dijual dengan harga Rp5.000. Data itu diperoleh dari aplikasi yang memiliki 123 juta pengguna yang tidak dijabarkan namanya.

"Tadi 123 juta konsumen. Kita hanya jadi konsumen dan 90 persen, hati-hati barangnya barang impor, lebih bahaya lagi. Bukan produk kita sendiri. Kalau produk kita sendiri kita taruh di e-commerce, masih bagus, tapi 90 persen barang impor karena harganya sangat murah," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/10/2023).

Fenomena ini kata Jokowi, harus disikapi dengan tepat. Jika tidak, akan mudah diarahkan oleh pihak asing yang ingin meraup keuntungan.

"Saya nggak usah sebutkan aplikasi apa, sudah mencapai 123 juta orang masuk ke aplikasi itu. Hanya dalam hitungan bulan karena pembeliannya masif sekali. Artinya apa? perilaku konsumen kita sudah dipegang. Moodnya mau kemana sudah dipegang, arahnya mau ke mana sudah bisa ditebak dan kita terlambat," katanya.

Ia pun meminta agar masyarakat Indonesia jangan sampai dijajah secara ekonomi akibat metode perdagangan barang impor dengan konsep predatory pricing atau perang harga dari negara lain.

"Mungkin awal-awal harganya (contoh baju) masih Rp5 ribu. Begitu sudah sudah masuk, beli ini sudah ketagihan baru dinaikkan Rp500 juta mau apa? Sudah nggak bisa apa-apa kita karena sudah ketergantungan di situ. Oleh sebab itu, kita harus lindungi betul kedaulatan digital kita, harus dilindungi betul," tuturnya.

"Artinya di situ ada predatory pricing. Sudah mulai bakar uang, yang penting menguasai data, menguasai perilaku. Ini semua kita harus mengerti mengenai ini," sambungnya.

Jokowi khawatir, masyarakat Indonesia mulai ketergantungan dengan produk asing dalam hitungan bulan. Ia tidak ingin Indonesia menjadi korban penjajahan asing melalui ekonomi digital.

"Jangan sampai kita terlena dalam hitungan bulan, nggak mau saya terkena penjajahan di era modern, jangan mau kita terkena juga kolonialisme di era modern ini. Kita nggak sadar tahu-tahu kita sudah dijajah secara ekonomi," kata Jokowi.

Baca juga artikel terkait E-COMMERCE atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Anggun P Situmorang