tirto.id - Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menyatakan bahwa jenazah sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban kebakaran apartemen di Hong Kong belum dipulangkan. Proses pemulangan disebut memang memerlukan prosedur yang cukup panjang.
"Belum. Karena pemulangan jenazah itu melalui ada proses ya. Mungkin perlu waktu dua minggu sampai tiga minggu, biasanya baru kita pemulangan," ucap Menteri P2MI, Mukhtarudin, dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (2/12/2025).
Menurut Mukhtarudin, pemulangan jenazah akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui Kementerian P2MI. Sesampainya di Indonesia, jenazah nantinya akan dibawa langsung ke kampung halaman masing-masing korban.
Dijelaskan dia, dari 140 WNI yang ada di apartemen tersebut, belum semuanya berhasil ditemukan. Dari data terbaru KJRI setempat menyatakan bahwa masih ada 35 WNI yang belum diketahui keberadaannya.
"Belum teridentifikasi ini ada potensi dua. Dua potensinya, satu mungkin dia selamat tapi belum lapor, nanti kembali lagi ini atau juga ada potensi ada korban bertambah. Karena ini kan pemerintah Hong Kong juga sedang menyisir dan terus melakukan identifikasi dan mencari korban-korban, dan belum selesai," ungkap Mukhtarudin.
Lebih lanjut, Mukhtarudin menyatakan untuk WNI yang mengalami luka-luka akan ditanggung sepenuhnya biaya pengobatannya. Kemudian, tempat tinggal para WNI yang masih berada di sana juga disediakan otoritas setempat.
Mukhtarudin juga menyampaikan, satu hari setelah kejadian, tim dari Kementerian P2MI sudah diberangkatkan ke lokasi untuk membantu para WNI. Dia juga berencana akan berangkat ke lokasi dalam waktu dekat.
"Saya Insya Allah, lagi berproses di Presiden, saya juga Insya Allah akan berangkat ke Hong Kong dalam waktu dekat, untuk memastikan bahwa pekerja migran di sana terlindungi dengan baik sesuai hak-haknya," tuturnya.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Farida Susanty
Masuk tirto.id





























