tirto.id - Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, mencatat total kerugian yang dialami pihanya akibat kerusakan sejumlah gerbang tol imbas unjuk rasa mencapai sekitar Rp80 miliar.
Secara keseluruhan, diketahui terdapat tujuh gerbang tol yang terdampak oleh rangkaian unjuk rasa yang berlangsung di Jakarta pekan lalu. Ketujuh gerbang tol tersebut meliputi GT Slipi 1, GT Slipi 2, GT Pejompongan, GT Senayan, GT Semanggi 1, GT Semanggi 2, dan GT Kuningan 1.
GT Pejompongan merupakan salah satu gerbang tol dengan kerusakan parah.
Meski alami kerugian, Rivan mengatakan seluruh gerbang tol alami kerusakan tersebut ditargetkan beroperasi dengan normal pada pekan depan, Rabu (10/9/2025) mendatang.
“Tanggal 10, seluruh GTO (gerbang tol otomatis) berfungsi, jadi kembali normal,” kata Rivan memberi keterangan ketika meninjau Gerbang Tol Pejompongan di Jakarta, dilansir Antara, Selasa (2/9/2025).
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkap bahwa nilai kerugian akibat kerusakan fasilitas umum (fasum) oleh orang tak dikenal usai unjuk rasa bertambah menjadi sekitar Rp80 miliar. Kerugian ini bertambah sebab terdapat sejumlah infrastruktur dan dua Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) yang mengalami kerusakan serius.
“Maka biaya secara total kerugian yang kemarin saya sampaikan Rp55 [miliar], termasuk dua JPO tadi, sekarang menjadi 80 miliar,” ujar Pramono usai melakukan pertemuan bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (2/9/2025)
Pramono merincikan perbaikan tambahan yang harus dilakukan adalah dua jembatan penyeberangan orang (JPO) di dekat Polda Metro Jaya dan daerah Senen berserta halte dan lift, juga puluhan traffic light dan sejumlah CCTV yang rusak.
Dari 18 traffic light yang terdampak, 17 di antaranya sudah berhasil diperbaiki, sementara satu unit di kawasan Slipi masih dalam tahap penyelesaian.
“Ternyata setelah dihitung kembali ada dua JPO yaitu di Senen dan juga di depan Polda yang mengalami kerusakan yang serius dan ternyata baru dihitung oleh Dinas Binamarga,” katanya.
Pramono menjelaskan, Pemprov DKI terus melakukan perbaikan terhadap kerusakan pada MRT, Transjakarta, Bank Jakarta, serta sarana lalu lintas yang berada di bawah kewenangan daerah. Sementara itu, perbaikan dua JPO rusak di Senen dan depan Polda akan ditangani langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Masuk tirto.id





































