tirto.id - Salah satu puasa sunnah yang dilakukan Rasulullah SAW adalah Ayyamul Bidh. Puasa ini merupakan ibadah yang dilaksanakan di pertengahan bulan berdasarkan kalender Hijriah. Puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan tersendiri.
Dalam sebuah hadist, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Ia berkata:
أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ
“Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: 1. berpuasa tiga hari setiap bulannya, 2. mengerjakan shalat Dhuha, 3. mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari)
Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan tiga hari berturut-turut setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah. Puasa sunnah Ayyamul Bidh pada Muharram 1447 H/Juli 2025, juga bisa kembali dilaksanakan di tanggal tersebut. Sebelumnya, puasa ini tidak digelar di tanggal tersebut pada Dzulhijjah 1446H/Juni 2025, mengingat 13 Dzulhijjah termasuk hari Tasyrik yang dilarang berpuasa.
Sementara itu, penentuan tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah, setiap tahunnya selalu berbeda dalam kalender Masehi. Bagi yang ingin mengetahui kapan bisa melaksanakan puasa sunnahAyyamul Bidh, informasi tanggal jadwal puasa Ayyamul Bidh penting diketahui.
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juli 2025 dan Tanggal Lengkapnya
Juli 2025 bertepatan dengan 2 bulan Hijriah, yakni Muharram dan Safar 1447 H. Rinciannya, 25 hari termasuk dalam bulan Muharram 1446 H, sisanya 6 hari masuk dalam Safar 1447 H.
Dengan demikian, rangkaian puasa sunnah Ayyamul Bidh pada Juli 2025 hanya dilakukan sekali, yakni pada pertengahan Muharram. Sedangkan pertengahan Safar 1447 H, sudah masuk ke bulan Agustus 2025.
Sebelumnya, 1 Muharram telah ditetapkan Pemerintah Indonesia jatuh pada 27 Juni 2025. Dengan hitungan demikian, tanggal yang tepat untuk menunaikan puasa Ayyamul Bidh yakni pada 9, 10, dan 11 Juli 2025 (13, 14, dan 15 Muharram 1447 H).
Selengkapnya, berikut ini tanggal-tanggal dalam bulan Muharram, disesuaikan dengan kalender Masehi:
Muharam 1447 H (Juni-Juli 2025 M)
| 27 Juni 2025 | 1 Muharam 1447 H |
| 28 Juni 2025 | 2 Muharam 1447 H |
| 29 Juni 2025 | 3 Muharam 1447 H |
| 30 Juni 2025 | 4 Muharam 1447 H |
| 1 Juli 2025 | 5 Muharam 1447 H |
| 2 Juli 2025 | 6 Muharam 1447 H |
| 3 Juli 2025 | 7 Muharam 1447 H |
| 4 Juli 2025 | 8 Muharam 1447 H |
| 5 Juli 2025 | 9 Muharam 1447 H |
| 6 Juli 2025 | 10 Muharam 1447 H |
| 7 Juli 2025 | 11 Muharam 1447 H |
| 8 Juli 2025 | 12 Muharam 1447 H |
| 9 Juli 2025 | 13 Muharam 1447 H |
| 10 Juli 2025 | 14 Muharam 1447 H |
| 11 Juli 2025 | 15 Muharam 1447 H |
| 12 Juli 2025 | 16 Muharam 1447 H |
| 13 Juli 2025 | 17 Muharam 1447 H |
| 14 Juli 2025 | 18 Muharam 1447 H |
| 15 Juli 2025 | 19 Muharam 1447 H |
| 16 Juli 2025 | 20 Muharam 1447 H |
| 17 Juli 2025 | 21 Muharam 1447 H |
| 18 Juli 2025 | 22 Muharam 1447 H |
| 19 Juli 2025 | 23 Muharam 1447 H |
| 20 Juli 2025 | 24 Muharam 1447 H |
| 21 Juli 2025 | 25 Muharam 1447 H |
| 22 Juli 2025 | 26 Muharam 1447 H |
| 23 Juli 2025 | 27 Muharam 1447 H |
| 24 Juli 2025 | 28 Muharam 1447 H |
| 25 Juli 2025 | 29 Muharam 1447 H |
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Terdapat banyak keutamaan dari menunaikan puasa sunnah Ayyamul Bidh. Di antaranya yakni kebaikan bagi diri sendiri, mulai dari meningkatkan keimanan dan ketakwaan hingga meneladani Rasulullah SAW. Berikut ini beberapa keutamaan puasa Ayyamul Bidh:
1. Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan
Menunaikan puasa, menahan lapar dan segala godaan hawa nafsu, menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Menahan diri dari nikmat duniawi dan hanya mengharap ridha Allah SWT. merupakan bagian dari berpuasa.
2. Pahala Setara Puasa Sepanjang Tahun
Puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan, karena ibadah sunnah ini mendatangkan pahala besar. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah saw. bersabda,
صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ
“Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari)
3. Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental
Puasa bukan perkara menahan lapar dan haus. Tubuh selama berpuasa lebih terkendali dan terjadwal, tidak makan berlebihan. Selain itu, menahan emosi amarah saat berpuasa juga dapat menjaga keseimbangan mental.
4. Mengikuti Amalan para Salaf
Para sahabat nabi dan para tabi'in, atau dikenal juga salafus shalih, kerap berpuasa Ayyamul Bidh. Dengan mengikuti amalan yang mereka lakukan, itu menjadi bagian dari usaha menjaga ibadah. Tidak lain adalah ibadah yang telah diajarkan oleh generasi terdahulu.
Nabi Muhammad saw. juga kerap mengerjakan amalan sunnah tersebut. Terutama ketika Rasulullah bersafar atau bepergian. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيضِ فِي حَضَرٍ وَلَا سَفَرٍ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul biidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar.” (HR. An Nasai).
5. Mendapatkan Ampunan dan Rahmat Allah
Amalan berpuasa sunnah dapat dijadikan sebagai sarana membersihkan diri dari dosa-dosa kecil dan mendekatkan diri kepada Allah, serta meneladani Rasulullah SAW.
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id






































