tirto.id - Puasa Ayyamul Bidh adalah salah satu amalan sunnah yang kerap dijalankan Rasulullah SAW. Secara harfiah, ayyamul bidh berarti "hari-hari cerah". Puasa ini umumnya merujuk tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriyah.
Puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan, bahkan disebut setara dengan berpuasa sepanjang tahun. Sehingga sangat dianjurkan bagi umat Muslim yang ingin meraih pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dari Jarir bin Abdullah, dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda:
“Kamu cukup puasa 3 hari setiap bulan. Karena dari setiap kebaikan, kamu akan mendapatkan 10 kali lipatnya. Sehingga puasa 3 hari setiap bulan sama dengan puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh dapat bervariasi mengikuti kalender Hijriyah dan Masehi. Pada umumnya, puasa ini dilaksanakan selama tiga hari. Terdapat penyesuaian untuk harinya, seperti karena hari Tasyrik. Penting bagi umat Islam untuk selalu mengetahui jadwal pasti setiap bulannya guna memastikan ibadah sunah ini dapat dilaksanakan secara benar sesuai tuntunan syariat.
Kapan Puasa Ayyamul Bidh Bulan Juni 2025?
Untuk bulan Juni 2025, puasa Ayyamul Bidh bertepatan dengan bulan Dzulhijjah 1446 H. Berbeda dengan bulan-bulan lain, puasa Ayyamul Bidh pada Juni 2025 tidak dilaksanakan tanggal 13, 14, dan 15 Hijriyah.
Hal ini disebabkan tanggal 13 Dzulhijjah (yang jatuh di bulan Juni 2025) termasuk dalam hari Tasyrik atau umat Islam dilarang berpuasa. Berdasarkan keputusan sidang isbat, Kementerian Agama RI menetapkan 1 Dzulhijjah 1446 H jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025. Adapun tanggal 13 Dzulhijjah 1446 H bertepatan dengan Senin, 9 Juni 2025. .
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh untuk bulan Juni 2025/Dzulhijjah 1446, bisa dimulai sejak tanggal 14 Dzulhijjah atau bertepatan dengan Selasa, 10 Juni 2025.
Sementara itu, puasa Ayyamul Bidh pada Juni 2025 bisa tetap dilakukan 3 hari, meski salah satu puasanya tidak bisa digelar pada tanggal 13 Dzulhijjah. Salah satu hadist dari dari ‘Aisyah ra menjelaskan bahwa Rasulullah SAW merutinkan puasa tiga hari tiap bulan dan Beliau tidak menentukan tanggal berapa.
"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam merutinkan puasa 3 hari tiap bulan, dan beliau tidak mempedulikan tanggal berapa di bulan itu beliau melaksanakan puasa,” (HR. Ahmad, Muslim, Ibn Majah, dsb).
Ulama dari mazhab Syafi’i meyakini, salah satu puasa Ayyamul Bidh di bulan Dzulhijjah, dapat dilakukan pada tanggal 16. Dikutip dari NU Online, hal itu seperti disebutkan Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu'in.
Dengan demikian puasa Ayyamul Bidh di bulan Juni 2025 –mengecualikan hari Tasyrik–, dapat dilaksanakan antara tanggal 14-16 Dzulhijjah 1446 H atau bertepatan dengan Selasa-Kamis, 10-13 Juni 2025.
Niat dan Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Niat puasa Ayyamul Bidh dapat diucapkan pada malam hari atau sebelum terbit fajar. Untuk melaksanakan puasa Ayyamul Bidh, niat bisa dilafalkan. Berikut adalah lafaz niat puasa Ayyamul Bidh:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lilâhi ta’âlâ."
Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta’âlâ."
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh memiliki beragam keutamaan yang menjadikannya amalan mulia bagi umat Islam:
- Memperkuat Iman: Puasa ini merupakan bentuk ketaatan sukarela kepada Allah SWT, yang melatih keikhlasan dan komitmen dalam beribadah, sehingga dapat memperkuat iman.
- Meningkatkan Kesabaran: Dengan menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu, puasa melatih pengendalian diri dan emosi, yang secara langsung berkontribusi pada peningkatan kesabaran.
- Mempertebal Rasa Syukur: Merasakan lapar dan haus selama puasa akan menumbuhkan penghargaan lebih tinggi terhadap nikmat makanan dan minuman, serta meningkatkan rasa syukur kepada Allah dan empati terhadap sesama yang kekurangan.
- Manfaat Kesehatan: Dari perspektif medis, puasa secara berkala dapat membantu detoksifikasi tubuh, memperbaiki metabolisme, dan memberi jeda bagi sistem pencernaan, yang berkontribusi pada kesehatan secara keseluruhan.
Penulis: Astam Mulyana
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id






































