Menuju konten utama

Irjen Karyoto Buru Pemilik Akun Penyebar Hoaks Marah ke Kapolri

Karyoto menegaskan bahwa momen dirinya menolak jabatan Kabarkam dan marah ke Kapolri meminta jabatan Kabareskrim ke Kapolri tidak benar.

Irjen Karyoto Buru Pemilik Akun Penyebar Hoaks Marah ke Kapolri
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto (tengah) saat mendatangi rumah terduga teroris berinisial DE yang ditangkap di Bekasi, Jawa Barat, Senin (14/8/2023). ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto, akan menelusuri dan memburu pemilik akun yang menyebarkan informasi dirinya mengamuk di kantor Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Karyoto menyatakan, akun itu diduga buzzer yang dibayar seseorang dengan tarif mahal.

Hal itu menanggapi kabar bahwa Karyoto ingin mundur dari kepolisian setelah Kapolri memutasinya dari jabatan Kapolda Metro Jaya menjadi Kabaharkam Polri. Dari rekam jejak media sosial, akun yang mengunggah konten tersebut bernama @legsob208.

"Sedang di-trace (telusuri), biasanya akun luar negeri, buzzer mahal," ungkap Karyoto saat dikonfirmasi, Jumat (8/8/2025).

Dia pun memastikan proses hukum akan tetap berjalan kepada pemilik akun tersebut. Sebab, informasi yang disampaikannya dipastikan adalah berita bohong alias hoaks.

Karyoto menegaskan, tidak ada peristiwa dirinya menyambangi ruang Kapolri karena marah diberikan jabatan Kabaharkam Polri. Dalam akun tersebut dijelaskan bahwa Karyoto marah karena menginginkan jabatan Kabareskrim Polri.

"Yang memuat berita itu adalah akun anonim, tidak tanggung jawab. Itu akun ingin ingin betul-betul seolah-olah ingin mempertentangkan saya dengan pak Kapolri," tutur Karyoto.

Karyoto pun menegaskan, hubungan dirinya dengan Kapolri sangat bagus. Bahkan, dia mengklaim bahwa Sigit sangat sayang kepadanya.

"Dan saya sangat hormat ke beliau. Kalau ada apa-apa saya pasti ngomong ke beliau. Pak Kapolri sangat sayang ke saya, saya sangat respek ke beliau. Saya dikasih jabatan itu saya mengucapkan terima kasih," ucap dia.

Besan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, itu menekankan, dirinya tidak pernah menolak jabatan dan benar-benar menghormati semua keputusan Kapolri. Selain itu, dia memastikan bahwa akun penyebar hoaks itu adalah anonim dan memang sengaja dihembuskan untuk membuat berita berita seperti itu.

Baca juga artikel terkait HOAKS atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher