Menuju konten utama

Iran Tingkatkan Pertahanan Pulau Kharg yang Terancam Diduduki AS

Amerika Serikat disebut memiliki keinginan untuk melakukan pendudukan atas Pulau Kharg di Iran. Hal ini membuat Teheran memperkuat pertahanan pulau itu.

Iran Tingkatkan Pertahanan Pulau Kharg yang Terancam Diduduki AS
Citra satelit menunjukkan terminal minyak di Pulau Kharg, Iran, 25 Februari 2026. 2026 Planet Labs PBC/Handout via REUTERS

tirto.id - Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah berupaya untuk menduduki Pulau Kharg milik Iran. Hal ini dikhawatirkan akan meningkatkan eskalasi pertempuran dalam Perang Iran-AS yang pecah sejak 28 Februari 2026 lalu.

Pada Rabu (25/3/2026), Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menulis di akun X miliknya bahwa pihaknya telah mendapatkan informasi bahwa "musuh-musuh Iran" tengah bersiap untuk merebut salah satu pulau milik mereka. Ghalibaf tak menyebut nama-nama musuh itu, namun ia menyebut bahwa ada satu negara Teluk yang terlibat dalam upaya tersebut.

“Berdasarkan beberapa data, musuh-musuh Iran, dengan dukungan salah satu negara regional, sedang bersiap untuk menduduki salah satu pulau Iran,” tulis Ghalibaf.

Seturut CNN, pemerintahan Trump memang tengah mempertimbangkan pengerahan pasukan darat AS untuk merebut pulau kecil di ujung utara Teluk Persia tersebut. Trump disebut menilai perebutan pulau tersebut dapat menjadi alat tawar-menawar dalam perundingan dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Akan tetapi, Washington masih menimbang apakah upaya perebutan Pulau Kharg akan sepadan dengan risiko yang menyertainya.

Iran disebut telah memasang jebakan dan menambah jumlah personel militer serta sistem pertahanan udara ke pulau tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Jebakan tersebut termasuk ranjau anti-personel dan anti-lapis baja di sejumlah tempat seperti garis pantai yang mungkin jadi tempat pendaratan pasukan AS.

Para pejabat AS dan pakar militer menyebut bahwa penerjunan prajurit darat ke pulau tersebut kini dapat membawa dampak yang signifikan, termasuk risiko jatuhnya korban jiwa dari pihak AS dalam jumlah yang besar.

"Saya sangat khawatir tentang hal ini. Orang Iran cerdas dan kejam. Mereka akan melakukan segala yang mereka bisa untuk menimbulkan korban sebanyak mungkin pada pasukan AS baik di kapal di laut, dan terutama pasukan darat di wilayah kedaulatan mereka," tutur mantan perwira tinggi Angkatan Laut AS James Stavridis dalam keterangannya untuk CNN.

Komando Pusat AS (CENTCOM) belum memberikan keterangan terkait potensi pendudukan Pulau Kharg, namun Gedung Putih baru saja membuat ancaman perang baru. Sekretaris Pers Gedung Putih Karolina Leavitt memberi keterangan pada Rabu bahwa Iran harus menerima kekalahan atau Washington akan menyerang dalam skala lebih besar.

"Jika Iran gagal menerima kenyataan saat ini, jika mereka gagal memahami bahwa mereka telah dikalahkan secara militer dan akan terus dikalahkan, Presiden Trump akan memastikan mereka dihantam lebih keras daripada yang pernah mereka alami sebelumnya," tutur Leavitt.

"Presiden Trump tidak main-main, dan dia siap melepaskan neraka," katanya lagi.

Iran Peringatkan Negara Teluk Jika Mendukung Pendudukan AS

Dalam pernyataannya, Ghalibaf menyebut bahwa upaya pendudukan AS di Pulau Kharg dilakukan dengan dukungan dari negara Arab di Teluk. Teheran kemudian memperingatkan akan menyerang objek vital negara Teluk jika mendukung pendudukan AS.

"Semua pergerakan musuh berada di bawah pengawasan penuh angkatan bersenjata kami. Jika mereka melanggar aturan, semua infrastruktur vital negara regional tersebut, tanpa batasan, akan menjadi sasaran serangan tanpa henti," tulis Ghalibaf.

Menukil laporan jurnalis Al Jazeera, Mohammed Vall, publik Iran menduga bahwa negara Teluk yang dimaksud Ghalibaf adalah Uni Emirat Arab (UAE).

"Menurut beberapa orang yang menjelaskan apa yang dikatakan [Ghalibaf], dia merujuk pada Uni Emirat Arab, bahwa negara itu mungkin bekerja sama dengan AS dan mendorongnya untuk merebut Pulau Kharg," kata Vall.

Peringatan Iran ke negara Teluk pendukung pendudukan AS tersebut dikeluarkan setelah AS dilaporkan bersiap mengirimkan ribuan prajurit Divisi Lintas Udara Angkatan Darat ke-82 mereka ke wilayah Teluk.

Prajurit Divisi Lintas Udara merupakan unit taktis tanggap darurat yang dikenal sebagai unit untuk operasi perebutan wilayah dan lapangan terbang penting di wilayah musuh atau wilayah yang diperebutkan.

Pengerahan tentara darat lintas udara itu dilaporkan akan tiba berdekatan dengan pasukan marinir dari kapal amfibi AS yang telah berangkat dari pangkalan San Diego California.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar