Menuju konten utama

Kenapa Irak Gabung Iran dengan Beri Izin Faksi PMF Lawan AS?

Irak-Iran dalam satu barisan untuk bersama menghadapi serangan dari AS-Israel.  Irak gabung Iran terjadi lantaran terjadi serangan udara kepada PMF.

Kenapa Irak Gabung Iran dengan Beri Izin Faksi PMF Lawan AS?
Kondisi bangunan yang rusak akibat serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Senin (9/3/2026). ANTARA FOTO/ Xinhua/Bilal Jawich/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Irak dilaporkan memberikan izin faksi milisi Popular Mobilization Forces (PMF) untuk melawan Amerika Serikat (AS) imbas serangan pada Selasa (24/3/2026). Dengan izin tersebut, faksi paramiliter Irak berpotensi terlibat dalam Perang Iran-AS.

Melansir Reuters, Dewan Keamanan Nasional Irak telah memberikan wewenang PMF alias Hashd al-Shaabi untuk menggunakan hak membela diri pada setiap serangan yang menargetkan mereka.

Pemberian wewenang ini dikhawatirkan akan menjadikan Irak sebagai medan konfrontasi langsung dan memperparah hubungan yang rapuh antara Iran dan Washington. Siklus serangan dan serangan balik kini berpotensi besar.

Penyebab situasi ini tercipta adalah serangan udara yang menargetkan markas PMF di Provinsi Anbar, Irak bagian barat pada Selasa. Militer Irak menyebut serangan tersebut sebagai "serangan udara AS-Zionis".

Serangan ini menewaskan sedikitnya 15 pejuang, termasuk komandan operasi PMF di Anbar, Saad al-Baiji. Terbunuhnya al-Baiji kemudian memicu kerumunan pelayat yang marah di Irak. Mereka membawa peti mati dan potret komandan itu di jalanan Baghdad.

Sumber anonim Reuters menyebut bahwa serangan itu menargetkan sebuah rumah yang jadi tempat pertemuan para komandan senior PMF. Tak hanya di Anbar, serangan terpisah juga menghantam sebuah fasilitas milik PMF di Kota Mosul bagian utara. Serangan dilaporkan menargetkan pemimpin PMF, Falih al-Fayadh, namun target tak berada di sana ketika serangan dilakukan.

Penyerangan yang diduga dilakukan AS-Israel di Mosul dan Anbar itu lalu membuat Pemerintah Irak memanggil perwakilan AS dan duta besar Iran. Menukil Al-Arabiya, pertemuan akan digunakan Irak untuk "menyampaikan nota protes resmi terkait serangan" pada Selasa.

Menurut Anadolu, kantor Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani menyatakan bahwa nota protes akan mencakup sikap "posisi tegas dan tak tergoyahkan Irak dalam menjaga kedaulatan Irak dan mengutuk tindakan tidak bertanggung jawab yang merupakan kejahatan keji".

Bagdad juga disebut akan menyatakan hak mereka untuk menanggapi serangan dengan segala cara yang diizinkan berdasarkan Piagam PBB dan tidak akan tinggal diam atas apa yang mereka sebut "kejahatan yang sepenuhnya melanggar hukum internasional".

Siapa Kelompok PMF di Irak?

PMF yang bernama Hashd al-Shaabi dalam bahasa Arab adalah kelompok koalisi milisi yang terdiri dari faksi paramiliter syiah di Irak. Koalisi ini sejak lama dikaitkan dengan Iran.

Ada sekitar 67 kelompok bersenjata syiah dalam PMF dan mayoritas dari mereka adalah kelompok yang didukung oleh Iran. Banyak dari kelompok-kelompok ini telah secara terbuka menyatakan janji setia kepada pemimpin tertinggi Iran.

Pada 2016, Irak secara resmi mengesahkan status PMF sebagai bagian integral dari angkatan bersenjata mereka dan memiliki kewajiban untuk melapor langsung ke perdana menteri. Namun, struktur komando PMF di Irak berjalan secara independen dan bertanggung jawab kepada pemimpin tertinggi Iran.

Dibentuk pada 2014, PMF diterjunkan di hampir setiap pertempuran melawan ISIS/ISIL di Irak. Sebelum koalisi ini berdiri, kelompok-kelompok paramiliter besar di dalamnya—seperti Brigade Badr, Asa'ib Ahl al-Haq, dan Kata'ib Hizbullah—adalah kelompok yang terlibat dalam pemberontakan melawan invasi AS di Irak pasca penggulingan Saddam Husein.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar